Yakjuj Makjuj, Dajjal, dan Simbolisme Akhir Zaman

Kajian Akhir Zaman – Bagian #9

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Berbagai informasi dalam hadits yang menceritakan nubuwat / ramalan akhir zaman tidaklah sepenuhnya bisa kita pahami secara tekstual. Banyak informasi yang bersifat simbolik, yang tidak bisa kita mengerti secara pas tanpa memecahkan kode atau simbol yang disampaikan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Contohnya mengenai kendaraan Dajjal dan kecepatannya di bumi, disebutkan bahwa Dajjal akan mengendarai keledai terbang yang kedua telinganya memanjang ke kanan dan kiri. Kecepatannya seperti awan yang ditiup angin.

Jika kita bersikeras memaksakan pemahaman tekstual, maka kita akan menunggu Dajjal menaiki keledai terbang yang mungkin saja tidak akan pernah bisa kita jumpai.

Namun apabila kita berusaha memahami informasi tersebut secara simbolik, maka keledai terbang yang kedua telinganya memanjang ke kanan dan ke kiri dengan kecepatan seperti awan ditiup angin, telah ada pada zaman kita sekarang. Ini adalah teknologi pesawat terbang.

Keledai pada masa Rosululloh berfungsi sebagai kendaraan pengangkut (untuk mengangkut manusia dan barang), jika saja Rosululloh to the point langsung menyebut “pesawat terbang” tentunya ummat pada masa itu tidak akan bisa memahami informasinya secara benar. Maka kita bisa mengartikan bahwa kendaraan Dajjal adalah pesawat terbang.

Begitu juga dengan informasi hadits terkait Yakjuj Makjuj, disebutkan bahwa rombongan pertama Yakjuj Makjuj akan melewati danau Tiberia (Kinneret / Thobariyah / Sea of Galilee) dan meminum airnya hingga habis.

Apakah kita akan menunggu datangnya pasukan yang akan berjajar di sepanjang tepian danau lalu mulai meminum airnya hingga habis?

Bukankah Yakjuj Makjuj adalah bangsa manusia? Berapa sih kemampuan minum setiap manusia? Pastinya tidak akan lebih banyak dari ukuran lambungnya.

Jika kita memahami informasi ini secara simbolik, sekarang ramalan ini telah terjadi. Generasi keturunan Yakjuj Makjuj yang sekarang mendiami Israel telah meminum air danau Tiberia ini, bahkan sudah mulai menghabiskannya.

Level air danau ini semakin menurun setiap tahunnya. Pemerintah Israel menggunakan danau Tiberia untuk memenuhi kebutuhan minum warga Israel yang jumlahnya semakin bertambah, begitu juga untuk irigasi dan industri.

Water level recorder di danau Kinneret (Tiberias / Thobariyah / Sea of Galilee) menunjukkan bahwa ketinggian air di danau tersebut kini sudah berada pada level “black line” (garis hitam). Disitu tercatat -212.7 meter, sedangkan level black line = -214.4 meter. Sejumlah pakar menyebutkan bahwa; saat ini danau Tiberia hanya tinggal menunggu waktu untuk mengering.

Tanda-tanda danau ini akan mengering tampak dengan jelas. Pemerintah Israel berusaha membangun sarana penopang kebutuhan air melalui desalinasi air laut dan pengolahan ulang air limbah, namun tampaknya hal tersebut tidak banyak membantu karena jumlah konsumsi air jauh melebihi kemampuan produksi dan rehabilitasi danau Tiberia.

————————
#Sekilas Info dari situs (www.savethekinneret.com)

Pemerintah Israel menjelaskan bahwa Danau Kinneret (Tiberias) sedang mengering. Hal ini disebabkan curah hujan di wilayah tersebut di bawah rata-rata. Sedangkan ketinggian air kini sudah berada pada “garis hitam”, dimana air tidak akan bisa dipompa lagi sehingga menyebabkan gangguan pada pasokan air.

Mengingat di Israel terjadi peningkatan populasi, baik karena kelahiran, migrasi orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia menuju Israel, maupun kebutuhan industri dan pertanian. Maka setiap hari, sekitar 1,7 juta meter kubik air terkuras dari Danau Tiberia atau sekitar 400 juta meter kubik per tahun. Dengan kondisi ini, debit air terus menurun dan diperkirakan akan terus terjadi.

Sesekali debit air mengalami peningkatan jika iklim dan cuaca mendukung. Namun, hingga kini kondisi permukaannya masih bertengger di “garis hitam”. Hal ini menjadi persoalan serius bagi negara Israel.

———————-

Rombongan pertama Yakjuj Makjuj telah berada di Israel, keturunannya makin berkembang sejak kedatangan mereka pada periode 1918-1948.

Rombongan terakhir Yakjuj Makjuj adalah pasukan yang akan berkonfrontasi dengan Isa Almasih di akhir zaman nanti, dan pada saat itu mereka tidak menjumpai lagi air di danau Tiberia.

Danau Thobariyah / Tiberia / Kineret adalah telaga Yakjuj dan Makjuj. Dalam Islam, danau Tiberia adalah danau yang menjadi tanda akhir zaman, karena danau inilah yang dimaksudkan dalam Hadist akan dilalui oleh bangsa Yakjuj dan Makjuj. Kelompok pertama dari mereka akan melewati danau Tiberia, dan mereka akan meminum apa-apa yang berada di dalamnya. Kemudian kelompok yang terakhir dari mereka akan melewatinya pula, lalu mereka berkata: Sungguh disini pernah ada airnya (Shohih Muslim, hadits nomor 2937).

Pada suatu hari Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Laa iLaaha iLLaLLoh, celakalah orang-orang Arab dari keburukan yang telah dekat, pada hari ini tembok Yakjuj Makjuj dibuka seperti ini! (sambil membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jarinya)”

Kenapa orang-orang Arab, tidak Muslimin?

Karena orang Arab adalah target utama yang diincar oleh Yakjuj Makjuj dan Dajjal. Melalui kekuatan dan sistem yang dikembangkan oleh generasi Yakjuj Makjuj, Dajjal telah berhasil membawa kembali bangsa Yahudi (Bani Israel yang asli maupun yang imitasi) ke Jerusalem dan mereka mengklaim kembali kepemilikan Jerusalem dengan mendirikan The State of Israel.

Langkah Dajjal berikutnya adalah meluaskan wilayah negara Israel menjadi seperti yang tertera dalam Taurat, yakni mulai delta sungai Nil di Mesir hingga sungai Eufrat yang berada di wilayah Turki, Syria, dan Irak.

Berita yang diterbitkan oleh New York Tribun pada 17 Juni 1917 memperlihatkan wilayah negara Palestina. Hari ini, sebagian besar wilayah Palestina sudah dicaplok oleh Zionis Israel

Negara Israel dikelilingi oleh negara-negara Arab, maka untuk memperluas wilayah teritorialnya, Israel harus merebut alias mencaplok wilayah negara-negara Arab tersebut.

Kenapa generasi keturunan Yakjuj Makjuj ini sangat berambisi untuk proyek perluasan wilayah Israel? Karena mereka harus mewujudkan wilayah Israel sebagaimana yang tertulis dalam kitab Taurat mereka.

Amerika, Britain (Inggris), Israel dan sekutu-sekutunya, dengan berbagai lembaga militer dan badan intelijen yang mereka miliki terbukti lumayan sukses mewujudkan destabilisasi negara sekeliling Israel.

Irak, Yaman, Libya, Mesir, Syria… Berhasil mereka obrak-abrik atas nama demokrasi dan penggantian rezim diktator.

Mereka melatih dan mendanai kelompok-kelompok aliran garis keras (radikal) untuk melakukan berbagai pemberontakan terhadap rezim yang ada. Dengan bantuan media massa yang mereka miliki (CNN, BBC, Al-Jazeera), mereka berhasil membentuk “opini publik” bahwa Islam adalah ancaman bagi dunia.

Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan militer bagi para berandal yang dikemas dengan label “Da-Es” alias Darul Islam alias Islamic State alias ISIS alias ISIL (entah nama apa lagi di kemudian hari).

Mereka mengemas kelompok ini menggunakan pemahaman Islam ekstrim versi Wahabi Takfiri, mereka mensuplai persenjataan dan mendanai “boogeymen” ini secara proxy melalui negara boneka Saudi Arabia dan Qatar, serta mengirimnya untuk melakukan pemberontakan di Syria untuk menggulingkan rezim Basyar Assad sejak beberapa tahun silam.

Oleh sebab itu, dapatlah kita mengerti rahasia dibalik doa Rosululloh SAW untuk keberkahan Syam dan Yaman. Ketika para sahabat meminta agar didoakan juga untuk Nejd, Rosululloh SAW hanya mengulang doa yang sama untuk Syam dan Yaman hingga 3x. Saat ditanya, beliau memberi tahu bahwa dari Nejd nanti akan muncul “qorn asy-syaithon” (tanduk syaitan).

Nejd adalah wilayah Saudi Arabia bagian timur, dari sinilah kemudian muncul pemahaman radikal Islam versi wahabi yang kemudian diadopsi menjadi madzhab resmi kerajaan Ibnu Saud hingga hari ini. Kemunculan paham radikal itulah yang kemungkinan besar disebut oleh Rosululloh sebagai “qorn asy-syaithon”.

=========================
Siapakah Almasih (Dajjal) yang ditunggu oleh bangsa Yahudi?
==========================

Salah satu bukti bahwa fitnah Dajjal sangat berbahaya bagi manusia, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan doa yang dibaca setiap penghujung sholat sebelum salam, doa meminta perlindungan kepada Alloh dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.

Dajjal adalah makhluk yang didesain khusus oleh Alloh, sebagai fitnah terbesar di akhir zaman, dengan membawa misi “mengaku-ngaku” atau mengklaim sebagai Almasih.

Adakah fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal?

Jangan terlena! Dajjal telah melancarkan fitnahnya, banyak manusia kehilangan imannya, banyak manusia telah terperangkap dalam surganya Dajjal, sementara mereka tidak menyadari, karena memang tidak mampu membaca “kafir”-nya Dajjal kendati tampak jelas terlihat di depan mata.

Dajjal telah membawa sistem demokrasi modern dan memenjarakan hampir seluruh negara di dunia dalam sistem ini, sistem yang didalamnya terdapat ‘kekafiran politik’ secara massal. Alloh tidak lagi al-Akbar dalam sebuah sistem demokrasi, karena kekuasaan tertinggi bukan lagi di tangan Alloh melainkan di tangan rakyat. Apa yang dihalalkan oleh Alloh bisa diharamkan, demikian sebaliknya. Bukankah ini sebuah perangkap kekafiran yang telah terwujud secara global?

Riba yang jelas-jelas haram, bisa didesain menjadi halal oleh sistem perbankan Dajjal. Sementara penggunaan emas sebagai uang justru diharamkan oleh Dajjal melalui sistem moneter internasional IMF. Padahal koin emas dan perak adalah uang sunnah, uang yang dihalalkan oleh Alloh sejak zaman rosul-rosul terdahulu. Dan dengan mudahnya hari ini hampir semua manusia mengikuti Dajjal mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Alloh.

Rothschild family (yang beretnis Yahudi Ashkenazi) adalah penguasa bisnis dan sistem perbankan dunia, hal ini bukanlah sebuah rahasia, justru kebanggaan bagi mereka.

Sistem perbankan tersebut dibawa bersama dalam misi kolonialisme. Politik hard currency (mata uang) diberlakukan, seluruh mata uang kertas di dunia mengikuti aturan hard currency yang digunakan sebagai mata uang internasional.

Sama-sama terbuat dari kertas, dicetak, diberi gambar dan tulisan, dibubuhi angka untuk menentukan nilai; tapi mengapa kertas yang diberi angka oleh Amerika dengan label USD berbeda dengan kertas yang dicetak oleh Indonesia? USD 1000 bisa digunakan untuk membeli tablet iPad, sementara Rp.1000 hanya bisa digunakan untuk membeli tablet parasetamol.

Bukankah ini sebuah penipuan? Semua negara anggota IMF dilarang menggunakan emas sebagai alat transaksi, sementara mereka mengeruk emas dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Mayoritas ummat tidak merasa melanggar peraturan Alloh, bahkan negara yang mengurus dua kota suci Makkah dan Madinah pun menjalin persahabatan mesra dengan negara Israel dan Amerika yang sangat jelas melakukan kekafiran dan penindasan terhadap ummat manusia.

Jika ummat yang terperangkap dalam kekafiran ini merasa tidak bersalah dan tidak bertaubat kepada Alloh, apa yang akan terjadi? Bukankah mereka akan dimasukkan ke dalam neraka oleh Alloh? Fitnah mana yang lebih besar dibanding fitnah Dajjal ini, dia bisa menggelincirkan keimanan secara global, dan mayoritas manusia mengikutinya dalam kekafiran. Na’udzubillah tsumma Na’udzubillah

Pada saatnya nanti Dajjal akan berwujud manusia, seorang pemuda Yahudi yang tegap badannya, keriting rambutnya, dan akan mengklaim dirinya sebagai Almasih, seorang raja Israel yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh bangsa Yahudi.

Siapakah Almasih yang ditunggu oleh bangsa Yahudi? Tentunya hanya kandidat yang memenuhi persyaratan sebagaimana yang tercantum dalam Taurat mereka, jika persyaratan ini tidak terpenuhi maka klaim Almasih akan ditolak mentah-mentah sebagaimana mereka dahulu telah menolak klaim Isa bin Maryam.

Almasih yang akan mereka terima adalah sebagaimana yang mereka yakini.

Berikut ini kami salinkan persyaratan kandidat Almasih menurut keyakinan Yahudi: (http://www.jewfaq.org/mashiach.htm)

(Terjemah):

Klaim Dajjal sebagai Almasih hanya akan diterima oleh Yahudi jika dia bisa mewujudkan persyaratan ini:

1). Membawa kaum Yahudi kembali ke Israel dan membangun kembali Jerusalem.

2). Menjadikan Israel sebagai pusat pemerintahan dunia.

3). Membangun kembali kuil Sulaiman (the Temple) sebagai pusat peribadatan.

4). Mengembalikan sistem peradilan agama bangsa Israel dan menegakkan hukum Yahudi.

Wilayah Palestina yang makin hari makin menyusut karena penjajahan Zionis Israel dan sekutunya

Dajjal sudah mulai menuai keberhasilan untuk mewujudkan persyaratan ini. Membawa kembali kaum Yahudi ke Israel, telah sukses dilakukan pasca penerbitan Deklarasi Balfour pada 2 November 1917. Kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia berduyun-duyun bermigrasi ke Jerusalem yang disediakan sebagai Jewish National Home. Hingga pada 14 Mei 1948 pimpinan agen Yahudi, David Ben-Gurion, memproklamasikan berdirinya “The State of Israel” (Negara Israel).

Langkah berikutnya yang harus dilakukan Dajjal adalah mewujudkan Israel sebagai pusat pemerintahan dunia, menjadi negara super power, menjadi “the ruling state” (Negara Adidaya).

Pada saat postingan ini dibuat, “the ruling state” masih berada di tangan Amerika sejak perang dunia II berakhir. Namun tanda-tanda Israel akan segera mengambil alih status ini semakin jelas.

Lalu tanda-tanda seperti apa kalau Israel bakal menjadi negara Adidaya?

To be continued… 🙂
InsyaAlloh akan dilanjutkan pada bagian #10… (bersambung)

wAllohu a’lam bishshowaab.

RiseTAFDI team

Tautan Terkait:

  1. Kajian Akhir Zaman – Bagian #1 : Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?
  2. Kajian Akhir Zaman – Bagian #2 : Dzulqornain Dalam Mimpi Nabi Danial
  3. Kajian Akhir Zaman – Bagian #3 : Benarkah Dzulqornain yang dimaksud adalah Raja Cyrus dari Persia?
  4. Kajian Akhir Zaman – Bagian #4 : Celah Darial (Darial Gorge), Lokasi Tembok Yakjuj Makjuj 
  5. Kajian Akhir Zaman – Bagian #5 : Kenapa Dzulqornain Membangun Tembok Yakjuj Makjuj Menggunakan Material Besi dan Tembaga?
  6. Kajian Akhir Zaman – Bagian #6 : Bencana Runtuhnya Glacier (Gletser) dari Puncak Kazbek, Pemicu Hancurnya Tembok Yakjuj Makjuj ?
  7. Kajian Akhir Zaman – Bagian #7 : Mengenal Bangsa Khazar – Generasi Yakjuj Makjuj
  8. Kajian Akhir Zaman – Bagian #8 : Karakteristik Kaum Bani Israel
You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Yakjuj Makjuj, Dajjal, dan Simbolisme Akhir Zaman”

  1. hadi berkata:

    menunggu bagian 10

  2. Carolina berkata:

    Alhamdulillah ya Allah akhirnya Allah berikan jalan bagi hamba yg ingin mengetahui ttg bgsa yajuj majuj..dgn menemukan video nya Dr Hassan Sheikh Hussein Osman lalu website nya ini..

  3. Abdul_Ghani berkata:

    saya pernah membaca sebuah artikel yg mengatakan keluarnya yakjuj & makjuj adalah setelah keluarnya dajjal,bisa tolong dijelaskan maksudnya min??

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate