Terbukti Ampuh! Beginilah Cara Menggandakan Uang

Gambar hanya sebagai pemanis

Siapa sih yang nggak ingin punya banyak uang? Sebagaimana bang Haji Rhoma Irama dalam senandung lagunya tentang Rupiah, “Tiada orang yang tak suka, pada yang bernama rupiah. Semua orang mencarinya, di mana rupiah berada.

Baiklah, kali ini RiseTAFDI mau berbagi trik menggandakan rupiah. Langsung aja ya. Tidak perlu ke dukun atau paranormal. Sangat mudah dan praktis. Bisa praktekkan sendiri di rumah. Hanya dua cara saja :

Pertama, baca bismillah.

Kedua, letakkan uang Anda di depan cermin berapapun nominalnya.

Sekarang lihat di cermin! Uang Anda sudah bertambah kan? 😀

Semakin banyak Anda meletakkan uang di depan cermin, maka akan semakin berlipat-lipat jumlah uang Anda.

Hehe.. Mohon maaf ya Sobat, itu tadi hanya guyon. Kalau yang ini baru serius, beneran.

MAU PUNYA BANYAK FULUS ???

“Mintalah pada Alloh, walaupun hanya secuil Garam”

Maksudnya, sekecil apapun permintaan, hendaklah berdiri di hadapan “pintu” Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Yang mana apabila seseorang berdiri di hadapan pintu Alloh, maka tidak akan pulang dengan tangan hampa.

(Alkisah) pada masa kholifah Hisyam bin Abdul Malik, tatkala sang kholifah berada di masjid Nabawi, ada seorang ‘Arifin yang sedang i’tikaf. Lalu dihampiri oleh sang kholifah. Kemudian ditanya, “Apakah kamu mempunyai hajat kepada saya?”

Berkata ‘Arifin tersebut, “Saya segan minta kepada Anda, sedangkan saya sendiri berada di rumah Alloh Ta’ala. Di rumah Zat Yang Maha Kaya, saya minta kepada makhluk?, malulah saya kepada-NYA”

Kemudian oleh sang Kholifah ditunggu beberapa saat, hingga akhirnya kholifah pun keluar. Tak lama, orang ‘Arif itu pun ikut keluar.

Didatangi kembali oleh kholifah. Rupanya sang kholifah begitu simpatik pada orang ‘Arif ini.

Ditanya lagi oleh kholifah, “Sekarang kamu sudah berada di luar Rumah Alloh, saya tawarkan sekali lagi akan hajat kamu kepada saya. Mau minta sesuatukah kepada saya?”

Berkatalah orang ‘Arif, “Anda menawarkan saya sebuah permintaan yang nantinya akan Anda penuhi, apakah permintaan itu menyangkut permintaan Akhirat, ataukah permintaan Dunia?”

Jawab kholifah, “Kalau permintaan akhirat, saya tak bisa penuhi karena bukan saya yang punya akhirat. Tapi kalau permintaan dunia, saya bisa penuhi karena saya punya dunia”

Kata orang ‘Arif, “Kalau dalam hal dunia, kepada Yang Menciptakan dunia ini saja saya tak pernah meminta, apatah lagi kepada Anda yang tidak menciptakan dunia.” 🙂

HIKMAH dan PESAN MORAL

MasyaAlloh! Orang ‘Arif tersebut sangat menjaga ‘iffah (kehormatan diri)-nya, sehingga tidak mau minta kepada orang lain, kendati terbuka peluang tersebut untuk meminta. Meski sebagian mereka memerlukan, namun demi menjaga ‘iffahnya, mereka lebih baik diberi tanpa meminta. Selain itu, orang yang selalu menjaga ‘iffahnya, mereka juga tidak mau ‘mengangkat matanya’ untuk mempunyai atau memiliki apapun yang dimiliki oleh orang lain (dalam hal keduniawian).

Ketika baginda Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam ditanya oleh Sahabat, “Ya Rosulalloh, apakah amalan yang apabila saya lakukan, Alloh sayang kepada saya, dan manusia pun akan sayang kepada saya?”

Maka baginda Nabi bersabda, “Izhad fiddun-ya yuhibbukalloh. Wazhad fiimaa ‘indan-naas yuhibbukan-naas”

(Zuhudlah kamu di dunia — yakni merasa cukup dengan apa yang Alloh berikan — maka Alloh akan sayang kepada kamu. Dan zuhudlah kamu dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, — yakni tak merasa dirinya ingin mempunyai apa yang dimiliki orang lain, tidak dengki terhadap kelebihan yang ada pada orang lain, serta tidak ada kepentingan apa-apa (menghendaki sesuatu) ketika bersahabat dengan orang yang lebih Kaya hartanya –, maka manusia pun akan sayang kepadamu).

Wallohu a’lam bishshowab. Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Amiin

Disarikan oleh RiseTAFDI team melalui kalam Habibana Ali Zainal Abidin bin Abu Bakar al-Hamid [RBBT, 06 Februari 2016 | 00:15 UTC+7]

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate