POHON SAHABI, ‘Sahabat’ Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Pohon sahabi memiliki tinggi 11 m dan luas rimbun 12×20 m², pohon ini diyakini pernah menjadi saksi ketangguhan seorang remaja dalam berniaga dari Makkah menuju Syam (Syria / Suriah), remaja itu bernama Muhammad (Shollallohu ‘Alaihi Wasallam).

Dalam ilmu Taksonomi tumbuhan, maka akan kita ketahui bahwa pohon sahabi ini berjenis Pistachio (Pistacia vera) atau dalam bahasa indonesia disebut kenari hijau.

Pohon ini sendiri terletak di tengah padang pasir bernama Buqo’awiyya di negara Jordan (secara geografis berdekatan dengan kota Bushro di Syria). Disitulah, remaja 12 tahun itu bersandar pada sebuah pohon yang kemudian dikenal dengan “the only living sahabi” (sahabat Nabi yang masih hidup)

Sewaktu baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam berteduh dibawahnya, Buhairo (Arabبحير, Buhairo, Bahiro), seorang pendeta yahudi yang berkediaman tak jauh dari pohon tersebut, mengenali tanda-tanda kenabian beliau ( Shollallohu ‘Alaihi Wasallam ) berdasarkan kitab taurat dan injil yang ia baca.

Kemudian Buhairo berpesan kepada Abu Tholib (paman Nabi) untuk merahasiakan berita tersebut serta menjaga keselamatan baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam .

Ini memang hanya kisah sebuah pohon, namun pohon ini pernah menyentuh kulit Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Sehingga cukuplah, pohon ini sebagai jawaban dan bukti atas mereka yang menafikan keberkahan yang ada pada diri Nabi Muhammad serta mendustakan kerosulan beliau Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Dengan keberkahan baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, THE BLESSED TREE (pohon yang terberkahi) itu masih tetap berdiri tegak di atas hamparan padang pasir yang gersang, malah terkadang pohon ini mengeluarkan air di bawahnya.

Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Hafidz saat mengunjungi pohon Sahabi di Syam. Kakak beliau, Mufti Tarim al-Habib Masyhur bin Hafidz berkata: “Pohon ini akan ada di Surga”

Menariknya lagi, selepas melewati kota di bagian barat laut Arab Saudi hingga ke kota Bushro sejauh 500 km, tidak ada satupun pohon yang mampu hidup apalagi bertahan lama sebagaimana pohon sahabi ini.

Allohu Akbar!

Wahai pohon, beruntungnya engkau bisa berjumpa Rosululloh, sang kekasih Alloh. Seorang manusia yang dirindukan umatnya, dicintai sahabat-nya, disegani lawan-nya, dan ditakuti orang yang berkuasa. Sosok manusia Mulia yang dimuliakan oleh Yang Maha Mulia.

Engkau telah menjadi saksi wajah Rosululloh yang bercahaya. Engkaupun menjadi saksi perangai beliau Shollallohu ‘Alaihi Wasallam yang bersahaja. Alangkah indahnya hidup ini andai dapat menatap wajah beliau Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, semoga mengalir keberkahan dalam diri kami dalam menapaki jejak langkahmu, Ya Rosulalloh Ya Habiballoh. 💖

Wallohu a’lam bishshowaab.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate