Pentas Akhir Zaman

Kajian Akhir Zaman – Bagian #10

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Adalah sesuatu yang sangat aneh apabila hari ini mayoritas ummat Islam melewati begitu saja informasi tentang terbukanya tembok Yakjuj dan Makjuj. Padahal informasi tersebut menandakan telah dekatnya keburukan sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam pada 14 abad silam.

Melanjutkan analisa pada bagian #9, sangat jelas fakta terpampang di depan mata kita bagaimana hari ini The State of Israel mulai tumbuh menjadi negara superpower. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk (transisi) perpindahan status “the ruling state” dari Amerika menuju Israel.

Pada masa kolonialisme Eropa, status the ruling state berada di tangan Britain (Inggris), sistem moneter berada di bawah kendali mata uang Poundsterling sebagai “international legal tender” (alat pembayaran internasional yang sah).

Pasca perang dunia kedua, status ini berpindah ke Amerika dengan ditandai mata uang US Dollar sebagai “international legal tender” menggantikan Poundsterling.

Untuk memindahkan status the ruling state ke Israel, maka bangsa Yakjuj Makjuj akan menghancurkan mata uang US Dollar, sehingga dampaknya adalah nilai seluruh mata uang kertas di dunia akan runtuh, inflasi tanpa kendali akan terjadi, lalu kekacauan massal karena hyper-inflation ini akan menghiasi semua hot-news di media massa. Harga kebutuhan pokok akan melejit hingga ribuan atau bahkan jutaan kali lipat dari harga yang sekarang. Bagi yang telah memahami skenario Yakjuj Makjuj ini, banyak diantara mereka yang sudah mulai bersiap diri. Mereka mengkonversi harta kekayaannya ke aset bernilai intrinsik semacam emas, perak, lahan pertanian, bahan makanan pokok yang memiliki daya tahan lama seperti kurma, beras, gandum, gabah, dan lain sebagainya.

——————————-
Tukang Emas Berkata:

Nilai emas selalu tetap, sedangkan nilai uang terus menurun, jika dulu tahun 1995 uang Rp. 100 ribu dapat membeli emas 4 gram, maka sekarang ini hanya dapat 1/2 gram. Artinya; Emas tidak mengalami inflasi sebagaimana mata uang.
———————————-

Tabungan yang dikumpulkan dan disimpan dalam rekening bank tidak akan ada nilainya ketika huru-hara inflasi terjadi.

Mereka yang hidup di perkotaan dan mengandalkan uang kertas untuk membeli kebutuhan pokok akan terkena dampak langsung yang belum pernah mereka bayangkan.

Sedangkan mereka yang memiliki lahan produksi pangan, semacam di daerah-daerah perkampungan atau pedesaan, akan mampu bertahan lebih lama dibanding mereka yang tinggal di perkotaan yang hanya mengandalkan upah kerja sebagai penopang hidup.

Kita boleh saja mengabaikan informasi ini, dan tentunya konsekuensi dari setiap keputusan, adalah kita sendiri yang akan merasakan. Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita semua. Aamiin.

Menjelang hari-hari terakhir kehidupan Rosululloh, malaikat Jibril mendatangi Rosululloh dalam wujud manusia, berpakaian putih dan duduk mendekatkan lututnya di hadapan Rosululloh. Kemudian bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Lalu menanyakan tentang “as-saa’ah” (kiamat).

Rosululloh menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.

Kemudian beliau (Shollallohu ‘Alaihi Wasallam) menyebutkan dua hal yang menandakan semakin dekatnya kiamat, yaitu:

1). Ketika seorang budak wanita melahirkan tuan / majikannya

2). Ketika penggembala kambing (yang tidak beralas kaki) berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi.

(Shohih Bukhori – Muslim).

Teknologi dan sistem yang dikembangkan oleh bangsa Yakjuj Makjuj telah memungkinkan dua tanda kiamat ini terjadi. Kita tidak perlu menunggu sebuah keajaiban yang entah kapan datangnya, karena dua tanda kiamat ini benar-benar telah terwujud hari ini. Apa yang dinubuwatkan oleh Rosululloh benar-benar sudah menjadi kenyataan.

Gedung-gedung tinggi telah menjamur di pelbagai tempat – seluruh penjuru dunia, bahkan orang miskin semacam penggembala kambing ataupun penggembala onta yang tidak memiliki alas kaki pun ikut membangun gedung-gedung tinggi.

Sistem perbankan yang dicetuskan oleh bangsa Yakjuj Makjuj telah memungkinkan para kaum dhuafa ini ikut berlomba-lomba memiliki bangunan yang tinggi. Bukan hanya dalam skala kecil, bahkan dalam skala besar pun seseorang bisa membangun mega-proyek gedung pencakar langit yang membutuhkan dana sangat besar, jauh lebih besar dari kekayaan sebenarnya yang dia miliki.

Lantas bagaimana dengan tanda kiamat yang satunya, “seorang budak wanita melahirkan tuan/majikannya”?

Apakah ini juga sudah terjadi?

Jawabannya adalah “Ya”.

Tolong jangan disalah-artikan memahami tanda ini dengan munculnya anak-anak durhaka yang memperbudak ibunya. Sebab fenomena anak durhaka sudah ada sejak zaman kuno.

Namun, tanda yang disampaikan Rosululloh ini telah terjadi dengan adanya perkembangan teknologi modern yang dimotori oleh bangsa Yakjuj Makjuj.

Sejak tahun 1980-an, dokter-dokter di Amerika mulai mengembangkan teknologi surrogate mother (ibu pengganti), atau menyewa rahim seorang ibu yang subur untuk dijadikan tempat bertumbuhnya janin dari ibu lain yang tidak memiliki kesuburan namun berhasrat untuk memiliki anak.

Tren ini makin berkembang karena banyaknya wanita karir di negara-negara maju yang tidak ingin ribet mengandung dan mengasuh anak. Mereka cukup membayar orang lain untuk mengandung janin hingga melahirkan anaknya.

Biaya untuk proses “surrogacy” ini tidaklah murah, menurut Susan Jones (pemilik Surrogate Parenting Consultants California) biaya yang harus dikeluarkan untuk proses ini bisa mencapai USD 75,000 (sekitar 825 juta rupiah atau mendekati 1 milyar rupiah).

Perusahaan konsultan tersebut dan beberapa perusahaan sejenis di Amerika telah berhasil mendampingi proses “surrogacy” yang jumlahnya semakin bertambah setiap tahunnya.

Karen Synesiou, director of the Center for Surrogate Parenting, di Beverly Hills, menyebutkan telah berhasil memfasilitasi 85 hingga 100 proses “surrogacy” pada tahun 2014.

Kenapa tren “surrogate mother” ini semakin berkembang?

Sekali lagi ‘berterima-kasihlah’ kepada bangsa Yakjuj Makjuj yang telah mencetuskan sistem moneter uang kertas dunia.

Sistem hard currency US Dollar sebagai mata uang internasional, dan mata uang negara-negara semacam Bangladesh, Pakistan, Indonesia, India, Somalia, menjadikan negara-negara lemah ini sebagai negara budak.

Negara yang memiliki “hard currency” bisa mengupah negara-negara budak ini dengan upah yang sangat rendah. Tidak usah terkejut jika tren surrogate mother telah menjamur di India sejak tahun 2007, bahkan para ibu upahan (baca; budak wanita) di India bersedia hanya dibayar USD 6,500 (Sekitar 71 juta rupiah) untuk menyewakan rahimnya.

Nubuwat yang disampaikan Rosululloh telah menjadi kenyataan, perpaduan teknologi bayi tabung dan sistem moneter internasional mewujudkan perbudakan modern, “seorang budak wanita melahirkan tuan/majikannya”.

========================
Kapan akhir rencana Dajjal?
========================

Ketika Rosululloh ditanya mengenai lamanya Dajjal berada di bumi/dunia, beliau (Shollallohu ‘Alaihi Wasallam) menjelaskan bahwa Dajjal akan berada di bumi selama 40 hari. Satu hari pertama sama dengan satu tahun, satu hari kedua sama dengan satu bulan, satu hari ketiga sama seperti satu minggu, dan sisanya seperti hari-hari manusia biasa.

Istilah “hari” (yaum) dalam al-Quran bermakna sebuah periode, yang ukuran lamanya bisa sangat bervariatif tergantung konteks yang dibicarakan. Sehari bisa setara dengan 24 jam, bisa seperti 1000 tahun, atau bahkan 50,000 tahun.

Hadits yang menceritakan Dajjal berada di bumi selama 40 hari bisa kita pahami sebagai ukuran perbedaan waktu yang dimiliki Dajjal dalam fase-fase kehidupannya.

——————–

Fase 1). Satu hari pertama = satu tahun

Dengan asumsi bahwa 1 hari akhirat = 1000 tahun perhitungan kita di bumi. Maka, fase pertama dajjal tinggal di bumi itu maknanya = 1000 tahun.

Bukan suatu kebetulan, monarki Inggris sudah berkuasa sejak tahun 900 masehi dan menjadi poros kekuatan yang menaklukkan dunia sampai tahun 1900 masehi. Artinya, selama 1000 tahun (Dajjal) telah menjadi kekuatan yang mendominasi dunia.

Fase 2). Satu hari kedua = satu bulan

Jika satu tahun ‘kadarnya’ sama dengan 1000 tahun, maka pada fase kedua, satu bulan berarti 1000 tahun dibagi 12 (dalam 1 tahun ada 12 bulan) = 83 tahun dunia.

Pada tahun 1917, Amerika secara resmi terlibat dalam Perang Dunia. Keterlibatan ini menjadi awal lahirnya sebuah negara adidaya. Sejak saat itulah peralihan masa Dajjal memimpin Amerika dimulai menjadi “satu hari sama dengan satu bulan”.

Tahun 1917 ditambah 83, maka akan sampai pada tahun 2000. Hingga tahun 2000 masehi Amerika memimpin dunia.

Fase 3). Satu hari ketiga = satu minggu

Pada fase ketiga kehidupan dajjal di bumi kadarnya seperti 1 minggu, maka 83 tahun dibagi 4 (dalam 1 bulan ada 4 minggu) = 21 tahun.

Tambahkan tahun 2000 dengan 21 tahun, maka itu berarti tahun 2020 – 2023 masehi. Apa yang terjadi pada tahun 2020 -2023 tersebut?

———————

Tibalah kita di akhir rencana Dajjal. Pada saat itu, illuminati (kelompok persaudaraan rahasia yang sangat tertutup) diharapkan akan memindahkan dan mengamankan pemerintahan dunia ke Israel, dimana yang dipertaruhkan bukan hanya sekedar negara kecil, melainkan sebuah ide besar, yaitu “New World Order” (NWO) atau Tatanan Dunia Baru.

Sadarkah kita, apa yang sebenarnya menjadi pemicu masalah di Timur Tengah dan dunia? Bahwa setiap masalah yang timbul dan juga perang yang terjadi di muka bumi memang sengaja dilakukan untuk melindungi pembentukan dan keamanan Negara Israel.

Kemudian, pada saat harinya Dajjal seperti hari manusia biasa (yakni sehari = 24 jam), ia akan menampakkan wujud dan menempati tahtanya di Israel, maka sejak saat itu hingga kedepannya perhitungan hari Dajjal akan sama seperti perhitungan hari di muka bumi.


Gambar yang bawah adalah kompleks HARAM Al-SYARIEF / BAITUL MAQDIS (Semua bagian, mulai dari Masjid Jami’ al-Aqsho (kubah berwarna gelap), Masjid Kubah Batu (Dome of the Rock), Western Wall (tembok Buroq), sampai seluruh dinding-dinding dan pintu gerbang yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan dari al-Aqsho yang diberkahi).

Sedangkan gambar yang atas adalah ilustrasi Kuil Sulaiman (Haikal Sulaiman / Solomon’s Temple) yang hendak dibangun oleh bangsa Yahudi. Mereka meyakini bahwa Kuil Sulaiman berada di bawah kompleks Haram Al-Syarief.

Proses penggalian dan pembangunan Kuil tersebut saat ini masih terus dilakukan, hal inilah yang menuai kontroversi karena proyek tersebut dinilai dapat menjadi ancaman besar bagi eksistensi Masjid al-Aqsho kedepannya, baik secara fisik maupun spiritual.

(Keterangan): Kuil Sulaiman adalah sebuah tempat ibadah yang dibangun oleh Nabi Sulaiman sekitar tahun 960 SM. Orang Yahudi menyebutnya Bait Salomo / Bait Pertama / Bait Suci / Beit HaMikdash yang memiliki fungsi utama sebagai pusat ibadah dan juga persembahan kurban Kurbanot dalam agama Yahudi.

Pada tahun 587 SM, Kuil (Bait Pertama) tersebut dihancurkan oleh kerajaan Babylonia. Kemudian dibangun kembali oleh raja Persia, Cyrus the Great pada tahun 516 SM yang kemudian disebut sebagai Bait Kedua.

Hingga akhirnya Bait Kedua dimusnahkan oleh raja Titus (Romawi) pada tahun 70 Masehi. Kini yang hendak dibangun adalah Bait Ketiga mengikuti konstruksi Bait Kedua dan Pertama.

Dalam kepercayaan Yahudi, kelak di akhir zaman akan ada seorang dewa penolong umat Yahudi yang disebut “Mesiah” (umat Islam menyebutnya sebagai Almasih Dajjal). Mesiah akan muncul jika umat Yahudi mengadakan ritual agama di Kuil Sulaiman dengan mempersembahkan kurban sapi berwarna merah.

Untuk lebih mempermudah pemahaman, maka ringkasan penjelasan diatas adalah sebagai berikut:

Ketika waktu Dajjal disetarakan satu harinya sama dengan satu tahun, maka Inggris menjadi markasnya. Ketika masa Dajjal satu hari sama dengan satu bulan, maka Amerika Serikat menjadi markasnya. Akhirnya, ketika masa Dajjal satu hari sama dengan satu minggu, ia akan kembali ke tanah asalnya (Israel).

Satu hari sama dengan satu tahun adalah ketika Inggris berkuasa di dunia dan poundsterling menjadi mata uang internasional. Kemudian ketika Dajjal pindah ke masa satu hari sama dengan satu bulan, adalah masa ketika Amerika Serikat menggantikan posisi Inggris sebagai negara adikuasa yang memimpin dunia dan dollar Amerika menjadi mata uang internasional.

Kini, Amerika Serikat sudah mulai perlahan-lahan lengser dari tampuk kekuasaan dunia, dan Israel akan menggantikan tempatnya.

Tetapi bagaimana dengan jenis mata uangnya?

Dollar Amerika akan hancur. Kehancurannya akan menyeret kehancuran semua mata uang di dunia. Setelah masa kehancuran dollar itu, maka kita tidak akan melihat lagi jenis uang kertas.

Lalu mata uang baru apa yang akan mendominasi dunia?

Mata uang baru seperti apa yang akan digunakan Israel untuk memperbudak manusia sebagaimana halnya yang telah dilakukan Amerika Serikat dengan dollarnya?

Jawabannya adalah; Israel akan menggunakan mata uang yang tidak kasat mata, yang tidak bisa kita lihat. Uang yang tidak bisa diraba, sehingga kita tidak dapat menyentuhnya. Uang itu adalah uang elektronik.

Hal paling aneh dan berbahaya tentang uang elektronik adalah bahwa uang tersebut dikendalikan oleh sebuah sistem perbankan yang menguasai seluruh dunia. Dan orang Yahudi (Ashkenazi)-lah yang mengendalikan sistem tersebut.

Ini bukan sekedar omong kosong. Bukan pula pernyataan ngelantur. Tapi sebuah kenyataan.

Apabila terdapat kebenaran dari penjelasan diatas, maka itu datangnya dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Kalau ada salahnya, percayalah! Itu karena pribadi kami yang kurang ilmunya. wAllohu a’lam bishshowaab.

InsyaAlloh akan diteruskan pembahasan selanjutnya (mungkin yang terakhir) tentang sosok “juru selamat” di akhir zaman, yakni Imam Mahdi. Beliau yang akan berkoalisi dengan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. melawan Dajjal di pintu Ludd, beliau juga yang akan menjadi Imam umat Islam bahkan nabi Isa-pun sholat di belakangnya.

Bagaimanakah sosok Imam Mahdi tersebut? Nantikan pada bagian #11

Wallohu a’lam

RiseTAFDI team

Tautan Terkait:

  1. Kajian Akhir Zaman – Bagian #1 : Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?
  2. Kajian Akhir Zaman – Bagian #2 : Dzulqornain Dalam Mimpi Nabi Danial
  3. Kajian Akhir Zaman – Bagian #3 : Benarkah Dzulqornain yang dimaksud adalah Raja Cyrus dari Persia?
  4. Kajian Akhir Zaman – Bagian #4 : Celah Darial (Darial Gorge), Lokasi Tembok Yakjuj Makjuj 
  5. Kajian Akhir Zaman – Bagian #5 : Kenapa Dzulqornain Membangun Tembok Yakjuj Makjuj Menggunakan Material Besi dan Tembaga?
  6. Kajian Akhir Zaman – Bagian #6 : Bencana Runtuhnya Glacier (Gletser) dari Puncak Kazbek, Pemicu Hancurnya Tembok Yakjuj Makjuj ?
  7. Kajian Akhir Zaman – Bagian #7 : Mengenal Bangsa Khazar – Generasi Yakjuj Makjuj
  8. Kajian Akhir Zaman – Bagian #8 : Karakteristik Kaum Bani Israel
  9. Kajian Akhir Zaman – Bagian #9 : Yakjuj Makjuj, Dajjal, dan Simbolisme Akhir Zaman

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate