Mengenal Bangsa Khazar – Generasi Yakjuj Makjuj

Kajian Akhir Zaman – Bagian #7

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa Khazar, yaitu 95% golongan bangsa Yahudi yang kita kenal hari ini. Pada abad ke 6 M, keturunan Yakjuj Makjuj ini sudah bercampur dengan berbagai suku lain di sekitar Kaukasus, termasuk bangsa Hun yang bermigrasi dari Cina Utara pada 150 M.

Campuran berbagai suku keturunan Yakjuj Makjuj ini membentuk sebuah dinasti baru pada abad ke 7 M yang dikenal dengan nama Khazar.

Golongan Yahudi Khazar (disebut juga Yahudi Ashkenazi) adalah keturunan Yahudi Eropa, dan mereka BUKANLAH golongan Yahudi asli keturunan Bani Israel (keturunan Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrohim ‘alaihimussalam).

Berikut ini kami kutipkan sejarahnya…

Selama ini kita mengenal ada 12 suku bangsa Yahudi yang berasal dari keturunan Nabi Ya’qub (Israel).

Dahulu, Nabi Ya’qub membagi tanah Kanaan (Palestina) untuk ke-12 anaknya yaitu: Reuben, Simeon, Levi, Judah, Gad, Asher, Dan, Naphtali, Issachar, Zebulun, Joseph, Benyamin.

Tapi Levi dan Joseph (Nabi Yusuf) tidak mendapat pembagian tanah itu, karena Levi memegang jabatan pendeta tertinggi dan pendeta tidak berhak atas tanah. Sementara bagian untuk Joseph diwariskan pada kedua anaknya Mannaseh dan Ephraim.

Jadi keduabelas anak yang dapat bagian tanah Palestina itu adalah: Reuben, Simeon, Judah, Gad, Asher, Dan, Naphtali, Issachar, Zebulun, Mannaseh, Epraihm dan Benyamin.

Keduabelas turunan nabi Ya’qub inilah yang dikenal sebagai 12 suku Israel dan menjadi nenek moyang bangsa Yahudi.

Batu yang dipukul tongkat Nabi Musa untuk minum 12 Suku Bani Israel di Jabal Lawz (dikenal juga dengan Rock of Horeb), terletak 1120 km di utara kota Makkah, atau 690 km di utara Madinah.

Ketika Palestina diserang oleh bangsa Assyria, konon hanya 2 suku (Judah dan Benyamin) yang bertahan dari serangan itu, sementara 10 suku lainnya (Reuben, Simeon, Isaschar, Zebulon, Gad, Asher, Dan, Naptali, Mennaseh, Epraihm) dianggap musnah.

Mungkin 10 suku yang tercerai-berai karena serangan itu ada yang selamat dan bertahan hidup, namun keberadaan ke-10 suku yang hilang itu hingga saat ini masih menjadi misteri.

Pada masa pendudukan Romawi di Palestina, sebagian besar bangsa Yahudi yang tersisa berdiaspora ke berbagai belahan dunia terutama ke Eropa sebelum akhirnya kembali ke Palestina.

Bangsa Yahudi sendiri dibagi dalam 2 Kelompok besar, yaitu kelompok yang berasal dari Rusia dan Eropa timur disebut Ashkenazim sementara yang berasal dari Spanyol disebut Sephardim. Ada juga beberapa kelompok kecil yaitu yang berasal dari Timur Tengah disebut Mizrahim.

Tapi dari seluruh kelompok Yahudi yang ada di dunia saat ini, lebih dari 90% didominasi oleh Ashkenazim.

Pada tahun 1976, Arthur Koestler seorang Ashkenazi, menulis buku tentang bangsa Khazar yang disebutnya sebagai suku ke-13 Yahudi karena sebagian besar penduduk Khazaria beragama Yahudi.

Buku ini sempat menuai kontroversi dan kecaman terutama dari komunitas Yahudi sendiri dan menganggap buku “The Thirteenth Tribe” (suku ke-13) itu sebagai hoax (kebohongan).

Dari kalangan Muslim juga ada yang menganggap bahwa buku tersebut adalah upaya pemalsuan identitas golongan Yahudi. Karena al-Quran menyebut bahwa golongan bani Israel adalah terdiri dari 12 suku, bukan 13.

Buku tersebut sempat sangat sulit dicari, seolah menghilang dari peredaran selama beberapa tahun. Padahal niat Koestler menulis buku itu untuk menghapus sentimen anti Semit yang ditujukan pada Yahudi karena bangsa Yahudi berasal dari keturunan bangsa Semit.

Kata Semit berasal dari nama Shem (Sam) anak kedua Nabi Nuh disamping Japehth (Yafits) dan Ham. Shem adalah leluhur beberapa bangsa di Timur Tengah termasuk bangsa Arab dan bangsa Ibrani (Yahudi). wAllohu a’lam.

Sewaktu kaum Nabi Musa (bani Israel) memohon air kepada beliau, maka turunlah ayat ini (sebagaimana tersebut dalam QS. al-Baqoroh: 60); Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya 12 mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Alloh, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

Bangsa Khazar sendiri berasal dari campuran bangsa Ugyur (Turki), Magyar (Hungaria) dan Hun (China Utara) yang mendirikan kerajaan Khazaria di wilayah Utara Kaukasus diantara laut hitam dan laut Caspia.

Adapun kisahnya hingga bangsa Khazar ini menganut agama Yahudi adalah sebagai berikut:

(disadur dari ulasan Annie Sabri terhadap isi buku Koetsler pada forum Kompasiana)

Koestler memulai bab pertama dalam bukunya dengan kalimat “In Khazaria, sheep, honey, and Jews exist in large quantities.”

Kalimat itu berasal dari perkataan al-Muqaddasi seorang ahli geografi Muslim yang pernah singgah di Khazaria pada abad ke 10.

Tak hanya catatan al-Muqaddasi, Buku karya para ahli sejarah seperti Abraham Poliak, Michale Norton Dunlop, Raphael Patai juga catatan Ahmad Ibnu Fadlan utusan khalifah al-Muqtadir yang mengembara dari Baghdad ke Bulgaria pada tahun 921, menjadi sumber referensi Koestler saat menulis buku ini.

Ada beberapa hal menarik yang ditulis Koestler dalam bukunya itu misalnya tentang surat menyurat antara Hasdai Ibnu Shaprut seorang Yahudi asal Spanyol yang menjadi menteri kerajaan Umayah di zaman khalifah Abdulrahman III (912-961) dengan Raja Joseph Ben Aaron, raja Khazaria.

Isi surat antara Hasdai dan Raja Joseph itu menceritakan kegembiraan Hasdai saat mendengar ada kerajaan besar di Eropa Timur yang Raja dan penduduknya mayoritas beragama Yahudi.

Pada saat itu Hasdai mengira bahwa bangsa Khazar adalah salah satu dari 10 suku bangsa Israel yang hilang. Tapi jawaban dari Raja Joseph ternyata mengatakan bahwa mereka bukan keturunan dari Abraham (nabi Ibrohim) tapi dari Togarma, anak ke 3 Gomer atau cucu dari Japheth/Yafits (salah satu anak nabi Nuh).

Dalam literatur Yahudi, Togarma dikenal sebagai moyangnya bangsa Turki. Togarma punya 10 anak yaitu 1. Ujur 2. Tauris 3. Avar 4. Uauz 5. Bizal 6. Tarna 7. Khazar 8. Janur 9. Bulgar 10. Sawir, dan bangsa Khazar adalah keturunan anak ke 7 Togarma.

Kerajaan Khazar diperkirakan berdiri sekitar tahun 630. Setelah melewati beberapa generasi, pada masa pemerintahan Raja Bulan (tahun 740) bangsa Khazar memeluk agama Yahudi. Sebelumnya Raja Bulan ditawari untuk memilih agama Islam atau Kristen karena Khazaria diapit oleh dua kerajaan Besar Islam (Abbasiyah) dan Kristen (Byzantium). Setelah berdiskusi dengan para ahli ketiga agama itu, akhirnya Raja Bulan memilih Yahudi sebagai agama resmi kerajaan Khazar.

Selain surat menyurat antara Hasdai Ibnu Shaprut dan Raja Joseph Ben Aaron, Koestler juga membahas tentang karakteristik bangsa Khazar yang merupakan campuran bangsa Eropa dan Asia.

Sebagian besar berkulit putih, tinggi, rambut pirang atau merah, mata kecil (sipit) dan berwarna biru. Kata Khazar sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya pengembara atau nomad. Bangsa Khazar termasuk bangsa yang kuat, tangguh, suka berperang, dan ditakuti oleh bangsa-bangsa lain disekitarnya.

Tak lama setelah Nabi Muhammad SAW wafat, terjadi perang antara bangsa Arab dan bangsa Khazar yaitu pada tahun 642 dan tahun 652 M. Tapi kedua perang itu dimenangkan oleh bangsa Khazar bahkan pada peperangan yang kedua, bangsa Arab menderita kekalahan yang telak konon 4000 prajuritnya tewas termasuk pemimpinnya, Abdurrohman Ibnu Robiah.

Pada tahun 722-737 dimasa pemerintahan Khalifah Marwan II terjadi lagi peperangan antara bangsa Arab dan bangsa Khazar yang dipimpin oleh Jenderal Maslamah Ibnu Abdul Malik.

Perang kali ini dimenangkan oleh bangsa Arab dan Khalifah Marwan saat itu menawarkan raja Khazar untuk masuk Islam. Tapi karena posisi kerajaannya diapit oleh dua kekuatan besar Islam dan Kristen, raja Khazar saat itu tidak bisa memilih salah satu dari kedua agama itu.

Kebetulan di Khazaria saat itu ada komunitas kecil bangsa Yahudi. Setelah diskusi dengan ketiga pemuka agama tersebut, tahun 740 M raja Khazar memutuskan untuk memilih agama Yahudi. Ada kemungkinan raja Khazar memilih agama Yahudi untuk menjaga netralitas dan taktik politik karena posisinya yang terjepit diantara dua kekuatan besar Kristen dan Islam.

Pada tahun 740 M, diperkirakan jumlah penduduk Khazar saat itu 1,4 juta dan bangsa Yahudi sekitar 50.000 orang. Inilah salah satu jawaban kenapa tiba-tiba bangsa Yahudi yang jumlahnya sangat sedikit, tiba-tiba jumlahnya mencapai jutaan saat perang dunia kedua, hal itu karena mereka sudah bercampur dengan bangsa Khazar.

Pada tahun 965 M, kerajaan Rusia menyerang kerajaan Khazar dan bangsa Khazar kalah dalam peperangan itu. Hancurlah kejayaan bangsa Khazar dan akibat dari perang itu banyak bangsa Khazar bermigrasi ke Hungaria, Polandia, Rusia dan negara Eropa lainnya.

Selain banyak mengisahkan sejarah bangsa Khazar dan beberapa bangsa lain. Yang paling menarik adalah, di buku Koestler ini menceritakan tentang seorang Yahudi Khazar pada abad 12 bernama Solomon Ben Duji yang didukung oleh anaknya Menahem ben Solomon, Mereka mengirim surat pada seluruh bangsa Yahudi disekitarnya dan menyatakan bahwa saatnya telah tiba. Tuhan akan membimbing Israel untuk menuju Jerusalem.

Menahem merubah namanya jadi David Alroy, selain berambisi untuk menggiring bangsa Yahudi kembali ke Jerusalem, David dikenal memiliki kemampuan supranatural. Dia mulai mengumpulkan pasukan untuk menyerbu tanah suci Jerusalem. Tapi sebagian rabbi tidak setuju dengan David.

Suatu malam David Alroy diracuni oleh mertuanya sendiri. Tapi gerakan yang diprakarsai David ternyata tidak musnah. Ketika Benyamin Tulledo berkelana ke Persia 20 tahun kemudian, kisah David Alroy ini sering diceritakan dikalangan Yahudi, konon symbol bintang yang menjadi symbol bendera Israel saat ini adalah tanda untuk menghormati David Alroy.

Koestler mengakhiri bukunya dengan kalimat (*terjemahan),

“Saya sadar buku ini bisa menimbulkan salah interpretasi dan dianggap menolak keberadaan negara Israel. Negara israel berdiri bukan berdasarkan perjanjian antara Tuhan dan Abraham atau asal usul bangsa Yahudi, tapi berdasarkan keputusan sah Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1947 tentang pembagian wilayah Palestina. Apakah kromosom rakyatnya mengandung gen dari Khazar atau Semit, asal Romawi atau Spanyol, hal itu sudah tidak relevan dan tidak dapat mempengaruhi hak Israel untuk eksis. Keberadaan Israel sudah tidak bisa diganggu gugat, kecuali dengan Genocide!”

—————————

Tembok Yakjuj Makjuj yang dibangun oleh Dzulqornain telah hancur sejak 14 abad silam sebagaimana diuraikan dalam pembahasan sebelumnya.

Apabila kita hubungkan peristiwa runtuhnya tembok tersebut dengan kemunculan negara Israel tahun 1947 M (sebagaimana yang ‘dibocorkan’ Koestler dalam bukunya), maka akan memberi kesimpulan bahwa tahun ini adalah saat dimana bangsa Yakjuj Makjuj (yang berasal dari bangsa Khazar / Yahudi Khazar / Yahudi Ashkenazi) telah menyelesaikan misi “mengalir dari berbagai tempat tinggi” (QS. al-Anbiya: 96) yang dapat diartikan pula bahwa, “mereka telah menguasai dunia”.

Lalu, apa bukti kalau si-bangsa perusak “Yakjuj Makjuj” ini telah menguasai dunia?

Nantikan kelanjutannya, insyaAlloh akan dijelaskan panjang-lebar pada bagian #8 dan bagian #9… (bersambung)

wAllohu a’lam bishshowaab.

RiseTAFDI team

Tautan Terkait:

  1. Kajian Akhir Zaman – Bagian #1 : Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?
  2. Kajian Akhir Zaman – Bagian #2 : Dzulqornain Dalam Mimpi Nabi Danial
  3. Kajian Akhir Zaman – Bagian #3 : Benarkah Dzulqornain yang dimaksud adalah Raja Cyrus dari Persia?
  4. Kajian Akhir Zaman – Bagian #4 : Celah Darial (Darial Gorge), Lokasi Tembok Yakjuj Makjuj 
  5. Kajian Akhir Zaman – Bagian #5 : Kenapa Dzulqornain Membangun Tembok Yakjuj Makjuj Menggunakan Material Besi dan Tembaga?
  6. Kajian Akhir Zaman – Bagian #6 : Bencana Runtuhnya Glacier (Gletser) dari Puncak Kazbek, Pemicu Hancurnya Tembok Yakjuj Makjuj ?

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Mengenal Bangsa Khazar – Generasi Yakjuj Makjuj”

  1. hadi berkata:

    tidak sabar menunggu bagian 8 dan 9…
    bagus untuk referensi dan catatan kajian pribadi…
    semoga bermanfaat

  2. al faqir berkata:

    Subhanallah artikel yang mencerahkan pengetahuan, karena selama ini kita menyangka yakjud makjud baru akan keluar ketika nabi isa as turun, akan tetapi setelah membaca ulasan ilmiah, sejarah dihubungkan dengan hadist dan al qur’an, kta baru mengerti mereka bangsa perusak telah keluar sejak 14 abad yang lalu, La ilaha illallah al malikul haqqul mubin muhammadurrosulullah shodiqul wa dil amin, terima kasih saudaraku, atas amal jariyah mu

  3. Abdul_Ghani berkata:

    saya pernah membaca sebuah artikel yg mengatakan keluarnya yakjuj & makjuj adalah setelah keluarnya dajjal,bisa tolong dijelaskan maksudnya min??

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate