Mau Sedekah Tapi Nggak Punya Uang? Begini Caranya

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Suatu hari orang miskin (kaum dhuafa) datang berbondong-bondong melakukan demonstrasi yang terbilang ‘aneh’ kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Mereka berunjuk-rasa bukan lantaran didorong kekurangan sandang dan pangan. Bukan pula karena tidak kebagian jatah zakat fitrah atau seanting daging qurban. Melainkan khawatir akan kehidupan akhiratnya kelak.

“Ya Rosulalloh.. Menjadi orang kaya itu rasanya senaaang sekali, mereka banyak mendapatkan pahala.

Mereka sholat sebagaimana kami sholat, dan mereka pun berpuasa sebagaimana kami berpuasa.

Akan tetapi, kelebihan orang Kaya adalah mampu bersedekah dengan harta yang mereka miliki, sedangkan kami tak memiliki harta yang dapat disedekahkan 🙁 ”

Demikian keluhan orang miskin mengekspresikan isi hati mereka kepada baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Foto hanya sebagai ilustrasi

Mereka takut bagaimana jadinya apabila kehidupan kelak di ‘seberang’ makam tidak memperoleh pahala sebanding dengan ganjaran yang diterima oleh kaum berada.

Inilah “ghibthoh” (kecemburuan positif), yakni keinginan bersaing dalam hal kebaikan.

Maka Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam memberi tahu mereka dengan sabdanya, “Laisa qod ja’alallohu lakum ma tashoddaquuna bih?”

Bukankah Alloh telah menganugerahkan kepadamu wahai orang Miskin, yang dengannya kamu diganjar sama dengan bersedekah seperti orang kaya?

Tanya mereka, “Apa itu Ya Rosulalloh??”

Baginda menjawab, “Sesungguhnya setiap kalian mengucapkan tasbih “Subhanalloh” adalah sedekah.

Setiap melafalkan takbir “Allohu Akbar” adalah sedekah juga bagimu.

Sehingga apabila kamu tidak mampu bersedekah dengan harta, maka bersedekahlah dengan DZIKIR! Subhanalloh wal-hamdulillah wa Laa iLaaha iLLaLLohu Allohu Akbar..”

Ketika mendengar hal itu, menjadi giranglah perasaan orang-orang miskin, berbunga-bungalah hati mereka 🙂 <3

Namun disaat yang sama, orang Kaya mengetahui perihal orang miskin yang bisa bersedekah dengan dzikir.

Maka mereka pun tak mau ketinggalan sehingga melakukan hal yang sama, yakni ikut berdzikir juga! 😀

Menanggapi kondisi demikian, lantas orang miskin kembali lapor dan mengajukan ‘protes’ kepada baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Lalu dijawab oleh baginda Nabi dengan sangat bijaksana, “Ini adalah satu bagian nasib yang Alloh sudah tentukan kepada segolongan manusia yang tidak ada pada yang lain”

Kalau semua orang hidup Kaya Raya bergelimang harta, siapa yang mau bekerja??

Kalau semua orang hidup Miskin, lalu siapa yang akan memberi gaji??

Dan kalau tak ada orang Miskin, bagaimana pula orang-orang Kaya bisa memberi sedekah??

Jadi, mestilah ada kelebihan pada segolongan orang, dan kekurangan pada golongan yang lain. Karena hidup ini adalah saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Setuju?

Wallohu a’lam bishshowaab.

Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

RiseTAFDI team

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate