Maksud Hati Mau Ngetes, Eh Ternyata Malah Beda Kelas

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Pada zaman al-Imam Syafi’i, ada seorang yang bernama Syaiban ar-Ro’i. Beliau pernah ditanya oleh seseorang mengenai beberapa persoalan. Namun yang bertanya ini sebenarnya hanya ingin menguji (nge-test) seberapa dalam pengetahuan Syaiban ar-Ro’i.

Adapun soalan pertama yang ditanyakan orang tersebut kepada Syaiban ar-Ro’i, “Apa hukum orang yang lupa di dalam sholatnya. Sudah 3 roka’at atau 4 roka’at?”

Lalu dijawab oleh Syaiban ar-Ro’i, “aku jawab mengikut madzhab kamu, atau madzhab ku?”

Si-penanya menjadi bingung, ada dua madzhab-kah untuk menjelaskan persoalan sepele seperti ini? Tapi si-Penanya cukup “cerdik” dengan berkata, “silahkan dalam dua madzhab, madzhab kamu dan madzhab saya”

Kata Syaiban, “Dalam madzhab kamu, orang yang lupa roka’at-nya (tiga kah atau empat kah), maka dia meyakini yang sedikit ditambah lagi 1 roka’at, setelah itu sujud sahwi.”

Kata Penanya, “Lalu dalam madzhab kamu bagaimana?”

Jawab Syaiban, “Dalam madzhab saya harus dicambuk! Bagaimana bisa masuk dalam sholat tapi lupa kepada Alloh Ta’ala? Orang yang menghadap Alloh tapi bisa lupa kepada Alloh pantas dihukum, bukan digantikan dengan sujud sahwi”

Kemudian orang ini bertanya lagi tentang hukum Zakat, “Kalau kambing, berapa yang harus kita keluarkan zakatnya?”

Kata Syaiban, “Dengan madzhab saya, apa madzhab kamu?”

Si-Penanya, “Silahkan, dua madzhab”

Dijawab oleh Syaiban, “di madzhab kamu, seseorang yang punya 40 kambing, maka 1 ekor kambing dikeluarkan karena Alloh…

Sedangkan dalam madzhab saya, harta berikut Tuan Empunya harta adalah milik Alloh, maka semuanya untuk Alloh Ta’ala. Jika ada 40 kambing, ya 40 kambing untuk Alloh Ta’ala”

MasyaAlloh! Levelnya berbeda, maka kedudukan masing-masing orang jika diukur dengan kadar makrifahnya kepada Alloh Ta’ala, akan berbeda pula cara amalannya kepada Alloh.

[Foto] Syeikh Muhammad Zahid Sultani (Ulama keturunan Sayyidina Abu Bakar Shiddiq r.a) meletakkan ibu jari di atas kedua matanya saat mendengar nama Nabi besar Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikumandangkan.

Dalam Kasyf al-Khofaa’ (II/206), adalah sayyidina Abu Bakar Shiddiq r.a saat mendengar orang adzan membaca “ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ROSUULULLOOH” beliau juga membacanya dan mencium perut kedua ujung jari telunjuk serta diusapkan pada kedua matanya. Wallohu a’lam

Baginda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam berpuasa terus-menerus, hari ini puasa terus sampai besok, dan kalau malam terkadang baginda tidak tidur, sepanjang malam beliau (Shollallohu ‘Alaihi Wasallam) bangun.

Ketika ada sahabat yang ingin meniru Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam untuk berpuasa terus dan qiyamullail terus tidak tidur, baginda berkata: “jangan kamu lakukan!”

Kata sahabat: “Tapi engkau lakukan, ya Rosul? Mengapa engkau melarang satu perbuatan yang engkau sendiri memperbuatnya?”

Jawab Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, “Lastu Ka-hay-atikum” (لست كهيئتكم), aku ini tidak sama dengan kalian…

(إني أبيت عند ربي يطعمني ويسقين)
“Inniy abiitun ‘inda robbiy yuth’imuniy wa yusqiin”, Sesungguhnya aku ini setiap malam bersama dengan Alloh. Dia memberi aku makan dan minum.

HIKMAH dan PESAN MORAL

Perbuatan baik yang dilakukan oleh golongan abror (orang-orang baik), bagi golongan muqorrobiin yang derajatnya lebih tinggi (dari abror), akan dipandang sebagai perbuatan dosa.

Sehingga dengan perbedaaan maqom tersebut, maka akan membedakan juga kedudukan cara amalannya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Perbedaan kedudukan seseorang di sisi Alloh, akan terlihat pula perbedaan cara amalannya kepada Alloh.

Ulama hikmah mengatakan, barangsiapa yang ingin mengetahui seberapa agung derajatnya di hadapan Alloh, maka hendaklah segala amalannya diperhatikan, seberapa agung kedudukan Alloh di hatinya.

Wallohu a’lam bishshowaab.

Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

Disarikan oleh RiseTAFDI team melalui kalam Habibana Ali Zainal Abidin bin Abu Bakar al-Hamid

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate