Makam Para Wali di Spanyol

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Seorang turis berkebangsaan Spanyol pada suatu hari datang ke Indonesia, lalu menyempatkan diri berziarah ke makam Walisongo yang ada di tanah Jawa serta Proklamator Indonesia, Presiden Soekarno di Blitar – Jawa Timur.

Mr. Yasin Maymir Carlo, pria asal Granada ini adalah seorang Ahli Sejarah Islam Andalusia, beliau juga merupakan pengajar yang aktif pada kegiatan tasawuf, dzikir, sholawat dan qosidah di negara asalnya.

Mr. Yasin saat berziarah ke makam Proklamator Indonesia, Presiden Soekarno di Blitar – Jawa Timur

Ketika mendengar nama Spanyol, mungkin yang terbayang di benak kita adalah sebuah negeri yang pernah menjadi kampiun Sepakbola sejagad pada tahun 2010, atau mungkin juga kita akan familiar dengan sebuah drama el-Classico antara raksasa Ibukota Real Madrid dan Barcelona 🙂

Tapi tahukah Anda, bahwa sesungguhnya Spanyol (dahulu bernama Andalusia) pernah menjadi saksi bisu bagi kejayaan Islam selama 7 abad lamanya. Di negeri itu lahir banyak Ulama besar dunia. Sebut saja Qodhi Abu Bakar ibn al-‘Arobi al-Isybili al-Andalusi al-Maliki yang lahir di kota Isybilia (sekarang Sevilla), Imam Qurthubi yang lahir di Qurthub (Cordoba), Imam Muhammad bin Abdullah bin Malik ath-Tho’i al-Jayyani yang terkenal dengan karyanya “Alfiyah Ibnu Malik” yang lahir di Jaén. Sungguh masih banyak lagi para Ulama dan Wali yang lahir di negeri itu.

Namun kini, dimanakah keberadaan makam mereka sebagai bukti peradaban Islam di Spanyol ??

Seorang pelajar Indonesia di Spanyol saat berkunjung ke daerah Savero Ochoa (salah satu sudut kota Granada) pernah bertanya pada penduduk setempat: “kalau disini, makam Aulia dimana?”

Mereka menjawab: “Semua berada di trotoar di bawah telapak kakimu sampai radius 2-3 km ke arah taman-taman. Area ini adalah makam orang-orang mulia jaman dulu. Jadi kalau kamu mau mengirim al-Fatihah, cukup berhenti sebentar disini..”

Duh, makam wali Alloh tak dapat dibedakan dengan trotoar jalanan? Ya Alloh, amat menyayat hati..

Mungkin perjalanan “wisata rohani” Mr. Yasin ke Indonesia teramat menyenangkan. Beliau dapat berziarah, bertawasul, dan mengirim fatihah dengan tenang dan khusyu’. Karena memang benar-benar di makam Auliya yang terpelihara dengan baik. Bukan seperti di trotoar Granada atau kursi tamannya yang ribut dengan hilir-mudik kendaraan atau lalu-lalang pengguna jalan.

Wallohu a’lam

Semoga dapat menjadi i’tibar bagi kita semua.

“Yaa Ahla Laa iLaaha iLLalloh, bihaqqi Laa iLaaha iLLalloh, ighfir liman qoola Laa iLaaha iLLalloh, wahsyurnaa fii zumroti man qoola Laa iLaaha iLLallohu Muhammadur Rosuululloh”

(Wahai yang tiada Tuhan selain Alloh, dengan kebenaran Laa iLaaha iLLalloh, ampunilah orang yang telah mengucapkan Laa iLaaha iLLalloh, dan himpunkanlah kami dalam golongan orang yang mengucapkan : Tiada Tuhan selain Alloh, Muhammad utusan Alloh)

Wa Shollallohu ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

RiseTAFDI Team

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate