Lokasi Debu Tayammum Nabi

Laporan Dr. Hassan Sheikh Hussein Osman, DVM dari Madinah al-Munawwaroh

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Pertama kali mendengar informasi ini adalah beberapa tahun yang lalu. Saat itu kami menyewa taksi untuk membawa kami ke Landmark Islam yang berbeda di Madinah al-Munawwaroh. Aku bertanya pada sang pengemudi mengenai identitas dirinya. Dijawab bahwa ia berasal dari suku Quraisy, keturunan kaum Muhaajiriin, yang 1400 tahun lalu ikut hijrah bersama Nabi dari Makkah ke Madinah.

Ia membawa kami ke semua tujuan yg diinginkan serta beberapa tempat yang tidak kami ketahui sebelumnya. Pada akhir hari itu, dia mengatakan bahwa ada sebuah situs dimana baginda Nabi pernah bertayammum.

Ternyata adalah sebuah perkebunan kurma milik pribadi. Dan pada tahun lalu (1438 H), seorang supir taksi lain, yang juga berasal dari suku Quraisy dan seorang Ulama yang sangat baik menceritakan kisah yang sama kepada kami,

Perkebunan Kurma yang berada di jalan Qurban

Kemudian kami memintanya untuk membawa kami ke perkebunan itu. Yang terletak di “Syaari’ Qurbaan” (شارع قربان) melalui jalan (thoriiq) “Sadd Buth-haan” (طريق سد بطحان)

Di pintu masuk perkebunan kurma, kami pergi ke sekelompok kecil pria yang duduk di halaman depan rumah. Setelah memberi salam, kami meminta izin mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka.

“Kami adalah peziarah dari Somalia-Amerika, dan diberitahu bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam pernah bertayammum dari debu perkebunan ini, apakah hal itu benar?”

Dijawab oleh salah satu dari mereka: “Perkebunan??”

Lalu kami jawab, “Kami tidak tahu apakah situs itu adalah perkebunan pada zaman Rosululloh ataukah bukan, tapi sekarang memang begitu!”

Dijawab lagi olehnya, “Memang benar, tapi Anda harus menempuh jalan tanah ini (sambil menunjuk arah), dan saat Anda sampai di pohon kurma yang tumbang, disitulah Rosululloh mengambil debu untuk bertayammum”

Setelah mengucapkan terima kasih, kami ikuti petunjuk dari mereka. Setelah menyusuri jalan tanah, beloklah ke kanan, dan rumah yang berada di sebelah kanan menjadi ‘patokan’,

karena tidak jauh dari rumah ini, Anda akan menemukan sebuah pohon kurma yang tumbang berada di sebelah kiri Anda.

Disinilah agaknya situs yang dimaksud, debu yang diambil untuk baginda Nabi bertayammum. Wallohu a’lam bishshowaab (hanya Alloh yang lebih mengetahui hakikat sebenarnya).

Kami mengumpulkan debu dari tempat ini dan sekitarnya. Pemandu kami juga mengatakan bahwa umat Islam datang ke perkebunan ini dari segala penjuru dunia serta mengumpulkan debu dari situs ini guna mendapatkan berkah.

Wallohu a’lam

Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

Dipublikasikan oleh: RiseTAFDI team

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate