Kisah Preman yang Menampar Waliyullah

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Sayyidina Ibrohim bin Adham ‘alaihi rohmatulloh adalah seorang ‘alim dan juga wali besar. Suatu hari beliau bekerja menjaga kebun milik seseorang.

Kemudian pada saat itu datanglah seorang Samseng (gengster / preman) ke kebun yang dijaga oleh Sayyidina Ibrohim bin Adham dengan maksud untuk meminta buah yang ada di kebun tersebut.

Kata Sayyidina Ibrohim, “Kalau tidak ada izin dari tuan yang punya, aku tidak berhak memberikan satu buah pun, sedangkan aku tidak mendapatkan izin juga.”

Kata si-Preman, “Kamu tidak tahu siapa saya?!” Dengan pongahnya ia menggertak Sayyidina Ibrohim.

Kata Sayyidina Ibrohim, “Maaf saya tidak tahu”

Lalu ditamparlah Sayyidina Ibrohim oleh Preman tersebut.

“Saya tidak akan izinkan kamu mengambil satu buah pun.” Demikian Sayyidina Ibrohim teguh dalam pendirian.

Karena Sayyidina Ibrohim tetap keukeuh pada pendiriannya, maka ditampar lagi untuk kali yang kedua oleh si Preman.

Hingga tiga kali tamparan, sikap premanisme itu tidak digubris sama sekali oleh Sayyidina Ibrohim, maka ditinggalkanlah oleh si Preman.

Foto hanya sebagai ilustrasi

Pada waktu yang bersamaan, kejadian itu dilihat oleh seseorang. Maka preman itu dipanggil, “Hei, apa yang sudah kau perbuat?”

Kata Preman, “Saya hanya minta satu buah tapi tak dibagi sama dia”

“Kamu tahu siapa orang yang baru saja kamu tampar tadi? Itu adalah Ibrohim bin Adham.” Timpal orang tersebut

Rupanya nama Ibrohim bin Adham dikenal dengan baik oleh si Preman. Namun ia belum mengetahui seperti apa wajah Sayyidina Ibrohim bin Adham sebelumnya.

Setelah mengetahui hal demikian, menjadi sangat malulah si Preman karena telah menampar orang besar. Kemudian ia kembali kepada Sayyidina Ibrohim bin Adham untuk memohon kemaafan karena telah memukulnya berkali-kali.

Tapi Sayyidina Ibrohim bin Adham malah berkata, “Saya sudah memaafkan kamu sejak kamu mengangkat tangan dan memukul kepala saya.

Bagaimana saya tidak memaafkan kamu, sedangkan setiap kali kamu angkat tangan memukul saya, Alloh ampunkan dosa saya karena saya bersabar dalam menghadapi sikapmu.

Tak mungkin saya tidak memaafkan kamu sedangkan kamu telah membawa kebaikan untuk saya. Kebaikan yang kamu berikan kepada saya jauh lebih besar daripada kebaikan yang saya berikan untuk kamu”

MasyaAlloh!

Yaa Alloh, anugerahilah kami hati yang syafaqoh sebagaimana telah Engkau karuniakan kepada wali-Mu, Sayyidina Ibrohim bin Adham. Yakni perasaan lembut dan kasih bukan hanya kepada kawan saja, tetapi juga kepada setiap orang yang tidak suka dan mengganggu. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

wAllohu a’lam bishshowaab.

Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

Disarikan oleh RiseTAFDI team dari mau’idzhoh hasanah Habibana Ali Zainal Abidin bin Abu Bakar al-Hamid (Pengasuh Majlis Ta’lim Darul Murtadza) [13 Shofar al-Khoir atau 13 Nopember 2016 | 22:00 UTC+7]

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate