Kisah Masuk Islamnya Jenderal Paek dari Thailand

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Nama Kolonel Paek di wilayah Thailand Selatan cukup disegani. Bahkan bisa dibilang cukup “sakti”. Siapa sih yang tidak kenal beliau di wilayah tersebut?

Kisah masuk Islam Jenderal bernama lengkap Puan Pan Paek ini tergolong unik, sebab sekitar tahun 2012 yang lalu, beliau bersama anak buahnya ditugaskan menangkap Syekh Mahmud dan mematai-matai gerakan umat Islam di wilayah Pattani, Yala dan Narathiwat.

Suatu hari ketika Jenderal Paek akan menangkap Syekh Mahmud di rumahnya, beliau justru disambut oleh shohibul bait (tuan rumah) sebagai tamu yang sangat dimuliakan.

Pintu ruang tamu dibuka lebar-lebar. Dihamparkan permadani yang indah, diatasnya tersaji aneka hidangan makanan dan buah-buahan segar.

Jenderal Paek menjadi terheran-heran, “Saya ini mau menangkap Tuan Guru Mahmud, Lha kok malah disambut seperti tamu yang sangat istimewa?” Begitu mungkin pikirnya.

Syekh Mahmud termasuk aulia berilmu tinggi sehingga masih tampak karomah kekuasaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Jendral Paek / Muhammad Hassan (kedua dari kiri) berfoto bersama Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Hafidz

Perlahan-lahan Jenderal Paek mulai sadar bahwa yang dihadapinya adalah bukan orang sembarangan. Beliau kemudian memerintahkan anak buahnya yang sejak awal mengepung rumah Syekh Mahmud dengan moncong senjata yang siap memuntahkan peluru, untuk segera bubar.

Setelah berbincang-bincang banyak hal dengan Syekh Mahmud, Jenderal Paek berpamitan pulang. Beliau tidak jadi menangkap buruannya itu.

Dalam perjalanan pulang, Jenderal Paek mendapat kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan hebat dan dalam kondisi kritis di rumah sakit Thailand. Dokter pun sudah angkat tangan. Beliau buru-buru menjumpai anak kesayangannya itu. Sebagai ayah dari seorang anak, Jenderal Paek sangat terkejut mendapati anaknya dalam keadaan sekarat.

Jenderal Paek langsung teringat pada Syekh Mahmud kemudian meneleponnya, “Kamu katanya orang pintar, kamu katanya orang sakti, kamu katanya orang yang dekat dengan Tuhan. Kalau itu benar, coba kamu minta kepada Tuhanmu agar anak saya disembuhkan segera,” Begitu tutur Jenderal Paek.

Syekh Mahmud bersama sejumlah santri segera menuruti permintaan tersebut, dan menyusul ke rumah sakit serta berdoa untuk kesembuhan anak kesayangan Jenderal Paek.

Subhanalloh, doa waliyulloh itu dikabulkan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Anak kesayangan Jenderal Paek sembuh dalam seketika. Sebagai ungkapan syukur, Jenderal Paek akhirnya bersyahadat dan menyatakan diri masuk Islam.

Bahkan kini, Jenderal Paek berada di barisan paling depan dalam gerakan dakwah di wilayah Pattani, Yala dan Narathiwat. Sejak Jenderal Paek masuk Islam, banyak tentara yang akhirnya mengikuti jejak komandannya.

Demikianlah ‘suluk kelembutan’ yang diajarkan oleh para Ulama Salafus Sholeh kita. Sebuah ‘pedang cahaya’ yang lebih tajam daripada pedang besi. Kalau pedang besi hanya mampu merobek jantung dan membunuh, tapi pedang cahaya lebih dahsyat dari itu, mampu menembus jiwa dan merubah hati benci menjadi cinta.

Wallohu a’lam bishshowaab.

ALLOHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN- NUURIKAS SAARI WA MADADIKAL JAARI WAJMA’NII BIHI FI KULLI ATHWAARI WA ‘ALA ALIHI WA SHOHBIHI YA NUUR.

“Wahai Alloh, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan nabi besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar, pemberian-Mu yang tak pernah putus dan kumpulkanlah aku dengan Rosululloh di setiap zaman serta sholawat dan salam juga untuk keluarga dan sahabatnya, Wahai Sang Cahaya.”

RiseTAFDI team

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate