Kisah dan Misteri Keberadaan Makam Nabi Danial (Daniel)

Dalam agama Islam, nama Nabi Daniel (Danial) termasuk jarang terdengar. Hal ini mengingat bahwa Nabi Daniel tidak termasuk salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui. Kendati demikian, para ahli sejarah mengatakan, beliau adalah seorang Nabi yang termasuk diantara keturunan Nabi Daud ‘alaihissalam.

Mengenai misteri makam beliau yang ditemukan pada beberapa tempat, termasuk diantaranya yang paling masyhur di Mesir. Berikut ini adalah keterangan dari tim Sarkub Mesir:

Sahabat Sarkub Mesir bersama Syeikh Ala dan Syeikh Abdullah, mursyid Tarekat Alawiyyah di Sudan & murid Syaikh Abdul Qadir as-Saqqaf di areal makam Nabi Danial. Aleksandria

Jamak kita ketahui, makam orang saleh itu lebih dari satu, banyak. Jangankan Nabi, orang saleh di Jawa saja bisa punya banyak makam.

Ada 8 versi makam untuk Nabi Danial,
– Babylon, Kirkuk, & Muqdadiyah (ketiganya di Irak)
– Mosul (juga Irak)
– Susa & Mala Amir (keduanya di Iran)
– Samarkand (Uzbekistan)
– dan pendapat yang terakhir di Aleksandria / Iskandariyah (Mesir).

Namun, dari berbagai literatur sejarah dan pendapat sejarawan, makam yang paling sahih ialah di Susa, Iran.

Aramgah-e-Danyal, atau Makam Nabi Danial di kota Susan (Susa atau Shush) – Iran.

Kisah Nabi Danial dan Kisah Penemuan Makam beliau termaktub dalam kitab Bada’iuz Zuhur fi Waqai’ ad-Duhur sebagai berikut:

Imam ats-Tsa’laby sebagaimana dikutip oleh Muhammad bin Iyas Abul Barakat al-Hifny dalam bukunya Bada’iuz Zuhur fi Waqai’ ad-Duhur (hal.192-194) menuturkan, bahwa syahdan dahulu hidup seorang raja Babil yang terkenal jahatnya yang bernama, Bakhtashir. Bakhtashir sendiri termasuk keturunan Yafuts dan Yafuts adalah putra Nabi Nuh as.

Dalam sejarahnya, Bakhtashir seorang raja yang sangat kejam. Tidak ada satupun laki-laki Bani Israil yang hidup melainkan dibunuhnya. Anak-anak dipisahkan dari orang tuanya dan dilatih untuk perang sebagian dipenjara.

Suatu saat Bakhtashir menawan banyak masyarakat, termasuk anak-anak. Di antara yang ditawan itu ada seorang anak-anak bernama Nabi Daniel. Ia ditawan dan dipenjarakan bersama dengan keturunan Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf ‘alaihimassalam.

Suatu hari Bakhtashir bermimpi dengan mimpi yang sangat mengejutkan dan mengagetkannya. Ia bertanya kepada para dukun dan juru ramal saat itu, akan tetapi semuanya diam, tidak dapat mengartikan mimpinya tadi.

Lalu datanglah seorang laki-laki yang pernah dipenjara bersama Nabi Daniel yang mengabarkan kepada Bakhtashir bahwa di dalam penjara ada seorang pemuda yang pandai menafsirkan mimpi. Dia adalah Nabi Daniel.

Aramgah-e-Danyal, atau Makam Nabi Danial di kota Susan (Susa atau Shush) – Iran.

Dipanggilah Nabi Daniel untuk menabirkan mimpinya itu.

Nabi Daniel dengan sangat jelas mengartikan mimpi Bakhtashir tadi. Bakhtashir pun kagum akan kehebatan Nabi Daniel. Nabi Daniel kemudian dibebaskan dari penjara dan dijadikan konsultan sekaligus guru pribadi Bakhtashir.

Kedekatan antara Bakhtashir dengan Nabi Daniel ini membuat petinggi Majusi geram. Mereka kemudian merencanakan sebuah makar untuk membunuh Nabi Daniel. Digalilah sebuah lobang besar, kemudian Nabi Daniel dimasukkan ke dalamnya bersamaan dengan binatang-binatang buas dan berbisa. Namun, setelah beberapa hari lamanya Nabi Daniel berada di lobang tersebut, Bakhtashir mendapatkan Nabi Daniel dalam keadaan sehat tidak kurang sedikitpun.

Ia pun semakin dekat dan sayang kepada Nabi Daniel. Melihat hal itu, orang-orang Majusi kembali menghasut Nabi Daniel dengan hasutan-hasutan yang jauh dari kebenaran. Di antara hasutan ini, dikatakan kepada Bakhtashir bahwa Daniel telah menyebarkan ‘aib yang tidak baik tentang Bakhtashir, yaitu bahwa Raja Bakhashir apabila tidur, selalu buang air kecil di kasur.

Hasutan ini tentu membuat Bakhtashir geram, mengingat ini merupakan cacat dan aib besar untuk seorang raja. Nabi Daniel lalu dipanggil dan diminta tidur bersamanya. Bakhtashir kemudian berkata kepada para pengawal yang bertugas menjaga pintu, bahwa kelak apabila malam tiba ada orang yang keluar kamar untuk pipis, bunuh saja dia, siapapun dia orangnya, sekalipun dia mengaku bernama saya. Para pengawal pun mengiyakannya.

Begitu malam tiba, Nabi Daniel tidak keluar, ia tidak mau buang air kecil pada malam itu. Sampai akhirnya Bakhtashir sendiri yang pertama keluar kamar untuk pipis. Setiba di pintu, para pengawal langsung menangkapnya.

Bakhtashir berteriak dan berkata: “jangan bunuh, saya adalah raja kalian, Bakhtashir”.

Namun para pengawal menjawabnya dengan mengatakan: “Dusta, kamu telah berdusta, kamu bukan Bakhtashir raja kami, tapi kamu adalah orang yang mengaku-ngaku sebagai raja kami. Dan siapapun yang keluar malam pertama, maka dia harus dibunuh”. Tanpa panjang kalam, Bakhtashir pun lalu dibunuhnya. Alloh menyelamatkan Nabi Daniel dan membinasakan Bakhtashir yang jahat.

Abul Barakat al-Hifny kemudian menuturkan, Nabi Daniel kemudian berangkat menuju kota Iskandariyah, dan menghabiskan sisa-sisa hidupnya untuk berdakwah disana, bahkan meninggal dan kuburannya pun disana.

Kuburan Nabi Daniel ini menurut al-Hifny dalam Badai’uz Zuhurnya (hal 194, 195) ditemukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Saat itu ketika Iskandariyah berhasil dilumpuhkan oleh Amer bin Ash, Amer dan para tentara melihat ada tempat bersembunyi yang dikunci dengan gembok besi. Kemudian mereka membukanya, dan ternyata di dalamnya ada lobang kecil yang ditutup dengan marmer berwarna hijau yang ditutup dengan marmer berwarna hijau lainnya.

Video lokasi makam Nabi Danial di kota Susan, Iran:

Begitu dibuka, ternyata di dalamnya ada jenazah seorang laki-laki dengan kain kafan yang ditenun benang emas, dengan badan yang sangat besar. Kejadian itu dilaporkan kepada Khalifah Umar, dan Umar segera bertanya kepada Ali bin Abi Thalib. Ali kemudian menjawab bahwa jenazah tersebut adalah jenazah Nabi Daniel.

Umar segera memerintahkan Amer bin Ash untuk mengkafani kembali jenazah tadi, dan meminta untuk dikuburkan di sebuah tempat yang tidak dapat dijangkau oleh orang-orang. Amer bin Ash lalu membuatkan kuburannya lagi di kota Iskandariyah yang saat ini di atasnya dibangun sebuah masjid, bernama Masjid Nabi Daniel.


Tanggapan tim Sarkub Mesir untuk kisah di atas sekaligus kisah penemuan makam Nabi Danial di Mesir adalah sebagai berikut…

Untuk Iskandariyah (Mesir), (disebutkan) dalam Bada’iuz Zuhur fi Waqai’ ad-Duhur Hal. 194-195 (karya Muhammad bin Iyas Abul Barakat al-Hifny)

Namun ada yang menarik; ternyata kisah serupa dengan apa yang di Badai’uz Zuhur itu justru malah cerita yang paling banyak untuk keabsahan makam di Susa, Iran.

Ceritanya (cerita tentang penemuan makam) bukan saat Ekspansi Iskandariyyah, melainkan saat Ekspansi Susa. Orang yang menemukan makam terkunci ialah Abu Musa al-Asy’ari (bukan seperti di Badai’uz zuhur yang tertulis Amr ibn Ash). Cerita selanjutnya sama yakni laporan pada Khalifah Umar bin Khattab dst.

Di ad-Durar al-Kaminah nya, Ibnu Hajar al-Asqolani menuliskan tokoh bernama Syaikh Muhammad Danial al-Mausili, salah satu masyayikh Syafi’iyah pada masa itu. Ia datang ke Iskandariyah pada akhir abad ke-8 Hijriyah.

Kemudian, mengajar faraidh, ushul fikih syafi’i di masjid (yang kemudian dinisbatkan padanya; alias Danial) sampai wafat pada tahun 810 Hijriah.

Karena tidak kuatnya pendapat yang mengatakan di Iskandariyah, maka poin ke-8 dihapus. Kota Susa di Iran yang paling absah.

Aramgah-e-Danyal, atau Makam Nabi Danial di kota Susan (Susa atau Shush) – Iran.

Dukturah Su’ad Maher dalam Masajid Mishra wa Awliyauha as-Shalihun pun berpendapat Kota Susa lah yang tepat. Sedangkan Aleksandria itu hanya salah-kaprah penduduk setempat sebab memang namanya mirip antara Danial (nabi) dan Syaikh Muhammad Danial al-Mausili.

Sebagai tambahan, di Aleksandria memang gudangnya tempat-tempat yang penisbatannya menuju Nabi-Nabi (nabi Bani Israil yang ada di Yahudi, Kristiani, maupun Islam).

Ada Masjid Sulayman di Qintara Sulayman, ada Masjid Khidir di Qaysariyah, yang paling masyhur Masjid Danial di dekat stasiun kereta. Wallohu a’lam.
_______
Bagi teman-teman yang ingin membaca lebih detail; berikut beberapa rujukan:

– Masajid Mishra ~ Dukturah Suad Maher
– Durar Kaminah fi A’yan al-Miah ats-Tsaminah ~ Ibnu Hajar Asqolani
– Zubdah Kasyfil Mamalik Farag ad-Din adz-Dzohiri (Naib Kesultanan Iskandariyah ada Masa Mamluki).

RiseTAFDI team

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kisah dan Misteri Keberadaan Makam Nabi Danial (Daniel)”

  1. […] Tentang Nabi Danial, silahkan simak di sini:Kisah dan Misteri Keberadaan Makam Nabi Danial […]

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate