Kesaksian Seekor “Kadal Gurun” (Dhabb) atas Kerasulan Nabi Muhammad ﷺ

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Seluruh alam menyambut gembira atas kehadiran Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, tak terkecuali hewan dan juga tumbuhan, mereka mengenal Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, mereka pun tunduk dan hormat pada dakwah Sayyidina Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Termasuk pula diantaranya seekor DHOBB (biawak / kadal padang pasir) yang pernah menyatakan diri beriman kepada Alloh dan taat kepada Rosul-Nya.

Seekor Dhobb yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama
Uromastyx aegyptia, tergolong dalam keluarga kadal dan termasuk hewan herbivora. Amat jauh berbeda dengan biawak yang lazim kita kenal di Indonesia. Menurut para Ulama, daging biawak haram dikonsumsi, sedangkan Dhobb, boleh (halal) dimakan
(Image source: Thomas Price)

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibn Katsir dalam kitab al-Bidayatu Wan-Nihayah halaman 934 bahwa Imam Baihaqi menceritakan dari Abu Manshur Ahmad bin Ali Ad-Damghoniy dari daerah Namin di Baihaq, dalam sebuah kisah yang disampaikan oleh Sayyidina Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhu:

Suatu hari, Nabi sedang duduk bersama para sahabat. Pada saat itu, lewatlah seorang Arab Badui dari bani Sulaim yang baru pulang dari berburu, di bahunya ada seekor Dhobb (biawak / kadal padang pasir) yang ditangkapnya serta berazam untuk membakar hewan tersebut untuk dimakan.

Maka Badui ini keheranan melihat kerumunan orang. Kemudian ia bertanya, “Siapakah gerangan yang dikerumuni itu?” Maka para Sahabat menjawab, “Itulah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam”

Ketika ia diberitahu bahwa para Sahabat sedang mengerumuni Nabi Muhammad, maka ia mendekati Nabi, lantas Badui ini berkata sambil menunjuk tangannya ke arah Rosululloh, “Demi tuhan Latta dan Uzza, tiadalah sesuatu yang terdapat di alam ini yang lebih kubenci daripada engkau wahai Muhammad! Kalaulah tidak karena aku khawatir kaumku memanggilku dengan panggilan yang tergesa-gesa, tentulah aku sudah memenggal kepalamu, lalu aku dapat menggembirakan hatiku dan hati semua manusia yang berkulit hitam, putih, merah, dan kaum-kaum selainnya!”

Sayyidina Umar menjadi naik pitam, sangat marah, lalu bangkit dan berkata, “Wahai Nabi! Biarlah Saya mengakhiri hidupnya!”

Lalu Rosululloh berkata kepada sahabatnya, “Wahai ‘Umar, tidakkah engkau tahu bahwa orang yang lemah-lembut itu hampir-hampir diangkat menjadi nabi?”

Rosululloh bertanya kepada Badui ini, “Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perhimpunan bersama Sahabatku!”

“Demi tuhan Latta dan Uzza! Aku takkan beriman kepadamu wahai Muhammad hingga biawak ini beriman kepadamu” Kata Arab Badui sambil mengeluarkan Dhobb itu lalu melemparkannya kehadapan Rosululloh.

Kemudian Rosululloh memanggil biawak tersebut, “Wahai Dhobb, kemarilah!”

Maka Dhob itu menuju kepada Rosululloh sambil berjalan dengan penuh sopan dan tunduk.

“Wahai Dhobb, Kepada siapakah engkau beriman?” Tanya Rosululloh.

Terdengar Dhobb itu menjawab dalam Bahasa Arab yang fasih dan difahami oleh semua yang hadir, “Aku beriman kepada Tuhan yang ‘arasy-Nya berada di langit, yang di bumi ada kerajaan-Nya, yang di laut ada anugerah jalan-Nya, yang di syurga ada rahmat dan kasih sayang-Nya, dan di neraka ada siksa dan azab-Nya”

Lalu Rosululloh bertanya lagi, “Man Ana (siapa aku)??”

Dhobb itu menjawab, “Anta Rosululloh (Anda Utusan Alloh), utusan Tuhan yang memiliki seluruh alam dan Khotamin Nabiyyiin (Nabi Terakhir)! Amatlah beruntung orang yang mendukung perjuangan tuan, dan binasalah orang yang mendustakan tuan! Tiada Tuhan selain Alloh, dan engkau Muhammad utusan Alloh”

Mendengar kata-kata biawak tersebut, Arab Badui lantas berkata, “Wahai Muhammad! Sebelum ini engkau merupakan orang yang paling aku benci, tetapi hari ini engkaulah orang yang paling aku kasihi, lebih aku kasihi daripada bapakku dan diriku sendiri, semoga engkau mengasihi dzhohir & batinku.”

Kemudian badui tersebut mengucapkan kalimah syahadat di hadapan semua yang hadir.

Wallohu a’lam bishshowaab

Allohumma Sholli ;ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

RiseTAFDI Team

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate