Kenapa Dzulqornain Membangun Tembok Yakjuj Makjuj Menggunakan Material Besi dan Tembaga?

Kajian Akhir Zaman – Bagian #5

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Satu hal yang menarik untuk dikaji adalah keputusan Dzulqornain membangun “rodm” menggunakan balok-balok besi / potongan-potongan besi. Konstruksi ini bukanlah sekedar lempengan besi tipis, melainkan sebuah konstruksi kokoh yang didesain mampu bertahan dalam jangka waktu panjang dan memiliki fungsi tambahan sebagai dam yang membendung air.

Citra udara (aerial view) dengan Google Map di sekitar Darial Gorge memperlihatkan struktur bangunan menyerupai balok dengan panjang masing-masing sekitar 50 meter tertimbun dalam tanah. Ditengarai balokan-balokan tersebut merupakan logam campuran besi dan tembaga. wAllohu a’lam bishshowaab. Hanya Alloh yang lebih mengetahui hakikat sebenarnya.

Mengapa Dzulqornain memutuskan penggunaan besi dan tembaga sebagai materialnya? Kenapa tidak menggunakan bebatuan seperti konstruksi dam pada umumnya sebagaimana yang diminta oleh kaum ini?

Tentunya bukanlah tanpa alasan. Dapat dipastikan bahwa daerah sekitarnya tersedia bahan baku dalam jumlah berlimpah. Jika tidak, bagaimana mungkin proyek fenomenal ini bisa terselesaikan?

Dzulqornain tidaklah membangun tembok besi tersebut hanya dengan mantra “sim salabim” langsung terwujud, melainkan ia membangunnya melalui sebuah proses dan memerlukan waktu yang lumayan lama.

Ayat-ayat Quran menceritakan prosesnya secara jelas. Dzulqornain meminta didatangkan potongan-potongan besi. Ketika konstruksinya sudah rata menutup celah diantara tebing di kanan-kirinya, dia memerintahkan untuk memanaskan besi itu hingga membara, kemudian dituangkan cairan tembaga.

Jadilah konstruksi mahakarya fenomenal pada masa itu, sebuah dam yang membendung aliran sungai Terek di sebelah utara celah, dan mutlak menutup akses bangsa Yakjuj Makjuj, sehingga mereka tidak dapat memasuki wilayah Asia Tengah melalui ‘jalur pintas’ ini. Kekokohan konstruksi “rodm” ini telah terbukti mampu bertahan hingga lebih dari 1000 tahun.

Pembangunan rodm ini benar-benar sebuah mega-proyek yang melibatkan manpower dan material dalam jumlah besar, serta memakan waktu yang cukup lama. Jika kita perkirakan ukuran konstruksi dam setinggi 100 meter, menutup celah di dasar tebing yang lebarnya 10 meter dan semakin melebar pada bagian atas, serta ketebalan sekitar 10 meter di dasar celah dan semakin menipis pada bagian atasnya, maka perkiraan volume besi yang dibutuhkan sekitar 10,000 meter kubik.

Jika setiap 10 meter kubik besi setara dengan berat 78.5 ton, maka total material besi yang diperlukan adalah seberat 78,500 ton. Ini jumlah yang sangat besar!

Kita harus menemukan darimana asal material besi sebanyak ini? Belum lagi ditambah dengan tembaga yang digunakan untuk melapisi rodm. Mobilisasi material pun tentunya memerlukan proses dan waktu, mengingat kendaraan pengangkut pada masa itu umumnya hanya menggunakan tenaga manusia dan kuda.

Benarkah identifikasi yang kita lakukan ini? Apakah lokasi tembok besi memang berada di celah Darial (Darial Gorge)? Bisakah kita temukan bukti-bukti bahwa disekitar lokasi ini tersedia material besi dan tembaga dalam jumlah besar?

Pada tahun 2008, tiga orang pakar Geoarchaeology dan Archaeomineralogy Georgia menerbitkan hasil penelitian ilmiah mereka yang menemukan bukti-bukti adanya pertambangan dan pengolahan logam di berbagai wilayah selatan Kaukasus sejak masa sekitar 3000 SM.

Pengolahan emas, besi, dan tembaga tersebar di berbagai provinsi mulai bagian barat Georgia hingga sebelah timur di perbatasan Armenia. Kaki pegunungan Kaukasus kaya akan bijih logam (emas, perak, besi, tembaga, serta berbagai bijih logam lain) yang sampai sekarang kandungannya masih tersedia dalam jumlah besar.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah berjudul, “ANCIENT GEORGIAN IRON METALLURGY AND ITS ORE BASE”, oleh David M. Kuparadze dan Dimitri V. Pataridze (Caucasian Institute of Mineral Resources, Tbilisi Georgia), bekerjasama dengan Thomas N. Kerestedjian (Geological Institute, Bulgarian Academy of Sciences).

Berdasarkan bukti-bukti arkeologi dalam jurnal tersebut, identifikasi Darial Gorge sebagai lokasi konstruksi tembok Yakjuj Makjuj bukanlah perkiraan semu belaka dan berbau khayal. Pengolahan besi dan tembaga sejak zaman kuno yang tersebar di berbagai wilayah sebelah selatan Kaukasus memungkinkan terwujudnya proyek fenomenal Dzulqornain.

Selain menggunakan gerobak bertenaga kuda, mobilisasi material dari berbagai pertambangan di wilayah Georgia bagian barat kemungkinan juga menggunakan perahu yang menyusuri sungai Kura hingga Tiflis / Tbilisi (ibukota Georgia masa kini), kemudian dilanjutkan ke utara menggunakan jalur darat.

Proses mobilisasi material secara besar-besaran dengan memanfaatkan jalur sungai ini kemungkinan merupakan faktor yang menjadikan namanya dikenal sebagai sungai Cyrus. Cyrus adalah istilah Yunani dari nama Koresh / Gorah / Kura / Kurush yang telah kita identifikasi sebelumnya sebagai sosok Dzulqornain.

Rodm yang Dibangun Dzulqornain Telah Hancur

Identifikasi lokasi serta berbagai asumsi yang diperkuat bukti-bukti arkeologi telah mengerucut dan memungkinkan kita membuat sebuah kesimpulan bahwa di ujung utara celah Darial Gorge inilah satu-satunya lokasi yang memenuhi kriteria sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat yang mengisahkan ekspedisi ketiga Dzulqornain.

Fakta menunjukkan bahwa di celah ini tidak dijumpai lagi tembok besi, bahkan bekas reruntuhan pun juga tidak terlihat. Lalu apa yang mendasari argumen bahwa tembok tersebut telah hancur?

Foto lokasi tembok penghalang Yakjuj Makjuj yang dicapture oleh Dr. Hassan Sheikh Hussein Osman. Berdasarkan pengamatan beliau, sekitar 100 meter di atas tanah masih terlihat batu-batu berwarna kuning. Itu merupakan sisa-sisa logam besi berlapis tembaga yang dibangun oleh Dzulqornain.

Menurut Imam Ibnu Katsir, Dzulqornain hidup di masa Nabi Ibrohim, 2.000 tahun sebelum masa Aleksander al-Makduni orang Macedonia, Yunani.

Imam Ibnu Katsir juga menuliskan dalam Kitab Bidayah Wan Nihayah, bahwa Nabi Khidr adalah menterinya dan pergi haji dengan berjalan kaki. Ketika Nabi Ibrohim mengetahui kedatangannya, maka beliau keluar dari Mekkah untuk menyambutnya. Nabi Ibrohim juga mendoakan dan memberikan nasihat-nasihat yang baik kepadanya. Dalam Kitab tafsirnya, beliau juga menuliskan kisah bahwa Dzulqornain melakukan thowaf dengan Nabi Ibrohim kemudian melaksanakan Qurban. Wallohu a’lam

Berikut adalah kutipan terjemah hadits tentang rusaknya tembok Yakjuj Makjuj di masa hidup Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam:

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Bukair telah bercerita kepada kami al-Laits dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah bin Az-Zubair bahwa Zainab binti Abu Salamah bercerita kepadanya dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan dari Zainab binti Jahsy rodliyallohu ‘anhuma bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam datang kepadanya dengan gemetar sambil berkata: “Laa iLaaha iLLaLLoh, celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibuka rodm (tembok/dam) Yakjuj dan Makjuj seperti ini”. Beliau memberi isyarat dengan mendekatkan telunjuknya dengan jari sebelahnya.

Zainab binti Jahsy berkata, Aku bertanya; “Wahai Rosululloh, apakah kita akan binasa sedangkan di tengah-tengah kita banyak orang-orang yang sholih?”. Beliau menjawab: “Ya, benar jika keburukan telah merajalela”. (Hadits riwayat Bukhori)

Hadits diatas menunjukkan bahwa sejak masa hidup Rosululloh tembok besi yang dibangun Dzulqornain telah terbuka sebesar isyarat lingkaran ibu jari dan telunjuk (sekitar seukuran koin uang logam) yang menandakan konstruksinya sudah keropos, bisa jadi disebabkan faktor korosi (*) pada lapisan besi yang tidak tertutup tembaga.

————
(*) Tinjauan pustaka tentang Korosi:

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks (reduksi-oksidasi) antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.

Salah satu cara melindungi besi dari terjadinya karat adalah dengan “teknik pelapisan”. Jika logam besi dilapisi tembaga, besi akan terlindung dari korosi. Sebab logam tembaga (E°Cu2+|Cu = +0.34V) memiliki potensi reduksi yang lebih positif daripada besi (E°Fe2+|Fe = -0.44V). Namun apabila lapisan ini bocor sehingga lapisan tembaga terbuka, maka besi akan mengalami korosi dengan lebih cepat.

Yang perlu menjadi catatan dalam teknik pelapisan ini adalah; seluruh permukaan besi harus terlapis sempurna untuk menghindari kontak dengan oksigen. Proses pelapisan yang tidak sempurna dapat lebih berbahaya dibandingkan besi tanpa pelapis. Pengaratan dapat terjadi pada bagian yang tertutup sehingga tidak terdeteksi.
————

Dari sini bisa kita perkirakan bahwa hancurnya tembok dimulai sekitar tahun 630 M, yakni pada periode Madinah setelah Zainab binti Jahsy menjadi istri Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Selanjutnya, kita akan mencari informasi lebih detail tentang proses kehancuran dam tersebut melalui penelusuran berbagai catatan sejarah terkait celah Darial Gorge pada masa antara tahun 600 M hingga sekitar 700 Masehi :

1). Tahun 642 M, pasukan muslim dibawah pimpinan Abdurrohman Ibn Robiah melintasi Kaukasus dan berusaha menaklukkan Khazar, namun tidak diketahui secara pasti apakah pasukan muslim melalui celah Darial Gorge ataukah melalui Caspian Gates di ujung timur Kaukasus.

2). Tahun 724 M, pasukan muslim dibawah pimpinan al-Jarroh melintasi Kaukasus melewati celah Darial Gorge.

3). Tahun 730 M, pasukan Khazar yang dipimpin oleh Barjik melintasi celah Darial Gorge dan berhasil menaklukkan Azerbaijan serta mengalahkan pasukan muslim.

Kita bisa ambil kesimpulan bahwa pada tahun 724 M tembok Yakjuj Makjuj telah lenyap karena pasukan al-Jarroh berhasil melintasi Kaukasus melewati Celah Darial Gorge. Kalau seandainya pasukan Abdurrohman Ibn Robiah juga melewati celah yang sama, maka bisa disimpulkan juga bahwa tembok ini telah lenyap lebih awal yakni sebelum tahun 642 M. wAllohu a’lam

Tembok Yakjuj Makjuj Dihancurkan oleh ALLOH Ta’ala

Hancurnya tembok besi ini bukan karena dilobangi ataupun dirusak oleh bangsa Yakjuj Makjuj. Konstruksi dam berbahan besi berlapis tembaga yang disebut dengan istilah “rodm” ini adalah konstruksi yang tidak memungkinkan untuk dilobangi ataupun dirusak menggunakan peralatan manual.

Di akhir ayat 98 suroh al-Kahfi, Dzulqornain berkata;

“jika telah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok ini rata dengan tanah”

Kata yang digunakan untuk menyebut kehancuran tembok tersebut adalah “dakkaa’an” yang artinya hancur/menjadi debu/runtuh dan rata dengan tanah.

Ini adalah foto lembah di Celah Darial yang diambil pada tahun 1872.

Berikut analisis proses kehancurannya:

1). Peralatan manual pada masa itu mutlak tidak akan mampu menghancurkan konstruksi tembok dam. Jangankan menghancurkan, melobangi saja tidak akan bisa.

2). Berlobangnya tembok ini pada masa Rosululloh menandakan bahwa ia sudah keropos, kemungkinan disebabkan oleh faktor korosi yang mengikis lapisannya. Peristiwa mulai berlobangnya tembok ini terjadi pada sekitar tahun 630 M.

3). Jika pada tahun 642 M pasukan Abdurrohman Ibn Robiah yang melintasi Kaukasus juga melewati celah Darial Gorge tanpa menemui tembok besi ataupun bendungan air di utara celah, bisa disimpulkan bahwa tembok besi ini telah lenyap secara keseluruhan.

4). Catatan sejarah yang lebih akurat menunjukkan bahwa pasukan al-Jarroh melewati celah Darial Gorge pada tahun 724 M dan berhasil menembus pertahanan Khazar di utara Kaukasus.

5). Lenyapnya tembok ini pada periode 630-720 M, atau bahkan pada periode yang lebih pendek lagi (630-640 M) tidak mungkin terjadi hanya karena faktor korosi. Tembok ini mampu bertahan seribu tahun lebih. Adalah hal yang impossible jika ia lenyap secara total dalam waktu kurang dari 100 tahun atau bahkan dalam waktu yang lebih singkat sekitar 10 tahun hanya disebabkan faktor korosi.

6). Satu-satunya kemungkinan proses lenyapnya tembok ini secara drastis adalah dikarenakan faktor bencana yang mengakibatkan jebolnya tembok tersebut, dan air yang sebelumnya terbendung dalam jumlah besar di sebelah utara menghanyutkan tembok besi dalam waktu sekejap, dan menguburkannya di bawah lapisan lumpur.

7). Kemungkinan reruntuhan tembok saat ini terkubur dibawah lapisan tanah sepanjang celah Darial Gorge. Dengan skenario ini, maka apa yang diucapkan Dzulqornain bahwa Alloh akan menjadikan tembok tersebut rata dengan tanah benar-benar menjadi kenyataan.

Untuk membuktikan asumsi skenario lenyapnya tembok sebagaimana yang disebutkan diatas, kita memerlukan bukti penguat, entah itu berupa penggalian di wilayah sepanjang celah Darial Gorge, ataupun dengan cara lain yang bisa menunjukkan bukti secara ilmiah.

Namun sampai saat ini belum ada arkeolog muslim ataupun non-muslim yang berusaha membuktikan keberadaan reruntuhan tembok besi di bawah lapisan tanah sepanjang celah Darial Gorge.

Faktor penyebabnya adalah memang tidak memungkinkan untuk mengadakan proyek penggalian arkeologi di celah ini hanya untuk membuktikan adanya reruntuhan tembok besi berlapis tembaga. Apalagi mengingat bahwa celah sempit ini adalah satu-satunya jalur penghubung Georgia-Rusia.

Oleh sebab itu, ada baiknya kita cari bukti penguat lain yang dapat digunakan untuk mendukung analisa ini.

Alhamdulillah. Pada tahun 2007, tiga pakar geologi Russia menerbitkan hasil penelitian mereka terhadap bencana ‘besar’ yang pernah terjadi di puncak gunung Kazbek (yang merupakan deretan pegunungan Kaukasus).

Bencana seperti apakah yang terjadi? Apakah bencana tersebut merupakan faktor penyebab jebolnya tembok Yakjuj dan Makjuj?

Mari kita lanjutkan penulusurannya, insyaAlloh pada bagian #6… (bersambung)

wAllohu a’lam bishshowaab.

RiseTAFDI team

Tautan Terkait:

  1. Kajian Akhir Zaman – Bagian #1 : Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?
  2. Kajian Akhir Zaman – Bagian #2 : Dzulqornain Dalam Mimpi Nabi Danial
  3. Kajian Akhir Zaman – Bagian #3 : Benarkah Dzulqornain yang dimaksud adalah Raja Cyrus dari Persia?
  4. Kajian Akhir Zaman – Bagian #4 : Celah Darial (Darial Gorge), Lokasi Tembok Yakjuj Makjuj

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Responses to “Kenapa Dzulqornain Membangun Tembok Yakjuj Makjuj Menggunakan Material Besi dan Tembaga?”

  1. sri rosmalia berkata:

    Keren banget, mengupas secara sejarah lewat data, sangat menunggu kelanjutan bag #6, semoga saya dapat notif nya, mmbuka perspektif baru, Nah klo tembok ini sudah rubuh, brarti kaum gog dan magog sudah memasuki wilayah yang kita tempati saat ini, lalu siapa mereka?

  2. Eko triyono berkata:

    Kenapa anda bilang tidak mungkin, padahal anda percaya klau orang dahulu sanggup bikin tembok besi setebal 10meter dengan tinggi 100meter?

  3. Iskarada berkata:

    Saya sependapat bahwa tembok itu sudah lama hancur dan memang ya’juj ma’juj telah berbaur hingga sekarang , mereka adalah bangsa penjajah inggris dan uni soviet , dalam suatu hadist setelah dia membantai penduduk bumi membantai suku aborigin, indian, dan beberapa spot diselatan … mereka ketika itu berada di gunung khumar di baitul maqdis atau sekarang lebih dikenal gunung sion (zion) memang berada dekat baitul maqdis yg sekarang diklaim israel … mereka pada saat itu membentuk negara israel pada perjanjian balfour pada 1948 setelah itu selang beberapa tahun mereka meluncurkan panah panah nya kelangit pada tahun 1958-1962 pada Operasi HANE menantang penduduk langit… penduduk inggris tersebar disegala penjuru berambut putih sejak bayi …

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate