Karakteristik Kaum Bani Israel

Kajian Akhir Zaman – Bagian #8

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Pada ekspedisi kedua, yakni pada tahun 540 SM, saat Cyrus the Great (yang telah kita identifikasi sebagai Dzulqornain) menaklukkan Babylonia (Iraq), beliau memulangkan kaum Bani Israel ke Jerusalem dan membebaskan mereka dari perbudakan oleh raja Nebukadnezar.

Sekembalinya ke Jerusalem, Bani Israel membangun kota suci ini dan hidup dalam kedamaian hingga dua abad selanjutnya. Namun kebiasaan buruk mereka dalam menentang aturan Alloh, kelihatannya sulit dihilangkan.

Lagi-lagi ulah mereka ini mengakibatkan beberapa kali terusir dari kota suci. Alloh menghukum mereka dengan mendatangkan pasukan penjajah yang menguasai kota ini, menghancurkan, mengusir penduduknya, membantai sebagian mereka, dan menjual sebagiannya lagi sebagai budak. Bani Israel adalah kaum yang tidak pernah jera terhadap hukuman Alloh.

Wajah Yahudi (Bani Israel) yang sebenarnya. Mereka amat jauh berbeda dengan golongan Yahudi yang kita kenal hari ini. Bani Israel yang sebenarnya adalah berkulit gelap, mereka juga yang mengurus piramida-piramida Fir’aun di Mesir. Mereka hidup bersama Nabi Musa a.s. menyeberangi Laut Merah. Oleh karena itu, sangat meragukan apabila seseorang dengan wajah Eropa (berkulit putih) mengaku-ngaku sebagai golongan Yahudi Bani Israel.

Kami ajak Anda untuk “flash-back” sejenak ke beberapa masa sebelumnya. Saat mereka hidup dalam penjajahan dan perbudakan di Mesir, bahkan bayi-bayi lelaki mereka banyak yang dibunuh oleh pemerintah Fir’aun.

Kemudian Alloh mengutus Nabi Musa a.s untuk membebaskan mereka, dan membawa mereka ke kota suci Jerusalem yang merupakan tempat tinggal para leluhur mereka yakni Nabi Ibrohim, Ishaq dan Ya’qub.

Namun kebebalan mereka dalam menentang Alloh dan Rosul-Nya, membuat mereka dihukum oleh Alloh sehingga tidak bisa memasuki kota suci selama 40 tahun, menjadikan mereka bertahan hidup terombang-ambing di padang gurun di luar Jerusalem.

——————–

Paling tidak, beberapa daftar berikut dapat memberi gambaran akan kebebalan otak dan qolbu mereka:

1). Mereka menyembah patung sapi buatan Samiri ketika ditinggal Nabi Musa selama 40 hari bermunajat di Sinai, padahal baru saja mereka diselamatkan dari kejaran Fir’aun dengan melintasi Laut Merah.

Altar Bani Israel, yakni tempat Bani Israel menyembah Patung Anak Sapi Emas (QS. al-A’rof ; 148) Saat ditinggal oleh Nabi Musa ‘Alaihissalam bermunajat kepada Alloh Ta’ala di Lembah Suci Thuwa.

2). Mereka membantah Nabi Musa ketika diminta untuk menyembah Alloh. Mereka berkata bahwa akan menyembah Alloh jika mereka bisa melihat Alloh secara langsung dengan mata.

3). Mereka menolak masuk ke kota suci Jerusalem dengan alasan kota tersebut masih dikuasai oleh bangsa lain yang lebih kuat.

4). Mereka menolak berperang untuk merebut kembali kepemilikan kota suci. Bahkan mereka menyuruh Nabi Musa sendirian berperang bersama Tuhannya, mereka akan menunggu dan melihat dari kejauhan, jika Nabi Musa telah berhasil mengusir penguasa yang ada, barulah mereka akan bersedia masuk ke kota suci.

5). Selama dalam masa hidup terombang-ambing di padang gurun, Alloh memberi jaminan rezeqi makanan bagi mereka berupa “manna” dan “salwa”. Namun mereka meminta Nabi Musa agar Alloh mendatangkan sayur-sayuran dan makanan lain.

6). Mereka mempermainkan perintah Nabi Musa untuk menyembelih sapi betina, dan hampir saja mereka tidak mampu melakukannya oleh karena ulah mereka sendiri.

7). Pada masa berikutnya, ketika Alloh telah memberi kesempatan mereka untuk memasuki kota suci Jerusalem, lagi-lagi mereka menentang perintah rosul Alloh. Mereka diperintah memasuki kota suci dengan bersujud sambil mengucap “hith-thoh” (kami bertaubat), namun mereka memasukinya sambil membalik posisi sujud sehingga pantat mereka yang menghadap ke arah kota suci. Bukan hanya itu, mereka mengganti kata “hith-thoh” dengan kata yang mirip ucapannya namun berbeda arti, yakni kata “hin-thoh” yang berarti biji gandum.

——————

Daftar diatas hanyalah sebagian saja dari kebebalan mereka sebelum masa kejayaan dibawah kepemimpinan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman ‘alaihimassalam.

Perkampungan Ashaabus Sabti terletak di antara dua desa nelayan, Syarmaa dan al-Khuroybah, 80 km di Selatan Madyan (kini al-Bada’), 211 km dari perbatasan negara Jordan, dan 1120 km di utara kota Makkah al-Mukarromah.

Dalam Quran suroh al-A’rof ayat 163-167 dijelaskan bahwa Ashaabus Sabti adalah kaum Bani Israel yang melanggar aturan hari Sabtu, sehingga mereka dikutuk oleh Alloh menjadi kera yang hina.

Beberapa ratus tahun sepeninggal Nabi Sulaiman, kaum ini kembali menentang perintah Alloh dan mempermainkan kitab suci. Sebagai hukumannya, Alloh menghancurkan kota suci Jerusalem melalui tangan Nebukadnezar penguasa Babylonia.

Mereka terusir dari kota suci, dan kembali hidup sengsara dalam perbudakan dan penindasan, mereka hidup di Babylonia (Iraq) tanpa memiliki rumah ataupun tempat berteduh dari panas matahari dan hujan.

Ketika mereka bartaubat, Alloh mengirim sang juru selamat atau sang pembebas (yang dalam istilah mereka disebut Almasih).

Cyrus dikirim oleh Alloh sebagai Almasih bagi mereka, membebaskan dari perbudakan dan mengirim mereka pulang ke Jerusalem. Alloh mengijinkan mereka memiliki lagi kota suci ini.

Satu abad berikutnya yakni sekitar tahun 438 SM, Ezra (Imam dan ahli kitab Taurat) melakukan reformasi religius dengan menggalakkan pembacaan Taurat di muka umum yang kemudian dijadikan hukum resmi negara.

Lagi-lagi mereka membuat ulah sepeninggal Ezra. Kambuh lagi penyakit mereka dalam melanggar aturan Alloh dan mempermainkan kitab suci. Sebagai hukumannya, Alloh jadikan mereka hidup dalam penjajahan bangsa lain.

Pada tahun 333 SM, Alexander the great dari Macedonia menaklukkan raja Darius III penguasa Persia. Jerusalem akhirnya jatuh kedalam kekuasaan Alexander.

Pasca kematian Alexander tahun 323 SM, beberapa jenderal anak buah Alexander berebut kekuasaan. Ptolemeus menguasai Mesir dan Judea, sedangkan Seleucus menguasai Syria dan Asia Minor (Turki). Kedua kubu ini melakukan peperangan memperebutkan Jerusalem yang terus dilakukan selama kurang lebih 125 tahun.

Pada tahun 198 SM, Antiochus III seorang raja dari kubu Seleucus berhasil menaklukan kubu Ptolemeus dan menjadikan Judea sebagai wilayah kekuasaannya. Dia mulai memaksa kaum Bani Israel agar meninggalkan ajaran tauhid (monotheisme) dan menggantinya dengan ajaran paganisme Yunani.

Pada tahun 176 SM, Antiochus IV Ephipanes melanjutkan kebijakan ayahnya dalam memaksa kaum Bani Israel meninggalkan ajaran Taurat. Dia menghapuskan hukum hari Sabbat dan khitan, serta menodai kesucian kuil Sulaiman dengan membangun altar Zeus yang digunakan sebagai tempat pengurbanan binatang babi.

Setiap kali Bani Israel menentang dan mempermainkan aturan Alloh, mereka akan terjajah dan terusir dari kota suci Jerusalem. Silih berganti kota suci ini dikuasai oleh bangsa penjajah. Setelah masa penguasaan Yunani, Romawi mengambil alih kekuasaan.

Puncak kebebalan Bani Israel terjadi pada saat penolakan mereka terhadap Isa bin Maryam sebagai Almasih. Mereka menunggu hadirnya Almasih lain yang akan membawa mereka kembali memiliki kota suci Jerusalem dan mewujudkan kejayaan Bani Israel sebagaimana pada masa Daud dan Sulaiman.

Akibatnya, Alloh mengusir lagi kaum Bani Israel dari kota suci melalui tangan Titus sang penguasa Romawi. Kota suci ini diluluh-lantakkan pada tahun 70 Masehi, penduduknya diusir, sebagian dibantai, dan sebagiannya lagi dijual sebagai budak.

Sejak masa ini, mutlak kaum Bani Israel tidak mampu mengklaim kembali kepemilikan kota suci hingga lebih dari seribu tahun berikutnya. Masa inilah yang disebut sebagai masa diaspora, mereka tersebar di berbagai penjuru dunia.

Enam abad (600 tahun) pasca penolakan terhadap Isa bin Maryam, mereka masih belum menemukan tanda-tanda akan datangnya Almasih yang mereka inginkan.

Hingga ketika para utusan Mekkah menemui rabbi / rahib Yahudi di Yatsrib (Madinah) menanyakan perihal klaim Muhammad sebagai Rosul Alloh, secercah peluang muncul untuk memperoleh “update” informasi tentang masa depan Bani Israel.

Para rabbi / rahib Yahudi ini menjadikan kisah Dzulqornain sebagai uji validitas kerosulan Muhammad, dengan harapan jika memang Muhammad benar-benar Rosul Alloh sebagaimana Musa dan Isa, tentunya dia bisa menjadi kunci untuk mengetahui masa depan Bani Israel, yakni memberi sedikit titik terang akan kehadiran Almasih yang mereka nantikan. Almasih sekaliber Dzulqornain yang mampu mengembalikan kejayaan Bani Israel.

Ternyata Alloh menjadikan kisah ekspedisi ketiga dari Dzulqornain sebagai kunci yang ditunggu-tunggu oleh para rabbi / rahib Yahudi Madinah. Rodm yang dibangun Dzulqornain menyimpan misteri yang menjadi penanda akan kembalinya kaum Bani Israel ke kota suci Jerusalem.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada tahun 1948 M, kota suci Jerusalem berhasil diklaim lagi kepemilikannya oleh kaum Bani Israel. Mereka mendirikan negara baru dengan nama “The State of Israel”.

Ya, bangsa Yakjuj Makjuj telah menyelesaikan misi mereka untuk menguasai dunia pada tahun 1948 M.

Tahun 1948 adalah sejarah baru bagi kaum Yahudi, baik yang asli keturunan Bani Israel (sebanyak 5%) maupun yang palsu keturunan bangsa Khazar (sebanyak 95%), mereka berhasil mengklaim kepemilikan Jerusalem.

Berbagai keturunan suku-suku Bani Israel yang tersebar telah kembali bermigrasi ke Jerusalem pada periode 1918-1948, bahkan keturunan bangsa Khazar (generasi Yakjuj Makjuj) yang mayoritas beragama Yahudi juga ikut bermigrasi ke Jerusalem pada periode ini.

Saya yakin banyak yang tidak setuju dengan kesimpulan ini, namun rentetan peristiwa sejak runtuhnya “rodm” Yakjuj Makjuj 14 abad silam hingga munculnya “The State of Israel” adalah bukti bahwa dunia telah berada dalam genggaman bangsa perusak ini.

Salah satu peristiwa yang dimaksud adalah munculnya kekuatan besar dari sebelah utara pegunungan Kaukasus pasca runtuhnya “rodm” Yakjuj Makjuj, sebuah negara super power di masa tersebut, yakni kekaisaran Khazar.

Sebuah negara besar yang merupakan gabungan dari berbagai suku keturunan suku Scythia dan Cimmeria kuno, berasimilasi dengan berbagai suku bangsa disekitarnya termasuk bangsa Hun yang bermigrasi dari Cina utara menuju wilayah Kaukasus sejak abad ke-2 M.

Kekuatan inilah yang menjadi cikal-bakal munculnya kekuatan besar Eropa yang seribu tahun kemudian melakukan ekspansi kolonialisme ke seluruh penjuru dunia (termasuk Indonesia), menancapkan sistem pemerintahan, ekonomi, dan moneter yang memungkinkan mereka untuk mengendalikan dunia secara proxy (melalui pihak ketiga).

Misi penancapan sistem kendali jarak jauh ini telah berhasil mereka selesaikan pasca Perang Dunia II, dan puncak kesuksesan mereka adalah mewujudkan lahirnya “The State of Israel”.

Setelah berdirinya negara Israel, lalu bagaimana dengan Almasih (Dajjal) yang mereka tunggu selama ini?

Semoga nggak bosen 🙂
InsyaAlloh masih lanjut ke bagian #9… (bersambung)

wAllohu a’lam bishshowaab.

RiseTAFDI team

Tautan Terkait:

  1. Kajian Akhir Zaman – Bagian #1 : Tembok Yakjuj Makjuj Telah Hancur. Benarkah?
  2. Kajian Akhir Zaman – Bagian #2 : Dzulqornain Dalam Mimpi Nabi Danial
  3. Kajian Akhir Zaman – Bagian #3 : Benarkah Dzulqornain yang dimaksud adalah Raja Cyrus dari Persia?
  4. Kajian Akhir Zaman – Bagian #4 : Celah Darial (Darial Gorge), Lokasi Tembok Yakjuj Makjuj 
  5. Kajian Akhir Zaman – Bagian #5 : Kenapa Dzulqornain Membangun Tembok Yakjuj Makjuj Menggunakan Material Besi dan Tembaga?
  6. Kajian Akhir Zaman – Bagian #6 : Bencana Runtuhnya Glacier (Gletser) dari Puncak Kazbek, Pemicu Hancurnya Tembok Yakjuj Makjuj ?
  7. Kajian Akhir Zaman – Bagian #7 : Mengenal Bangsa Khazar – Generasi Yakjuj Makjuj

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Karakteristik Kaum Bani Israel”

  1. Agung berkata:

    Alhamdulillah…
    Bagus kajiannnya
    Izinkan untuk share
    Terima kasih

  2. Ibnu Muhammad berkata:

    assalamualaikum

    Semoga Allah SWT senantiasa menjaga saudara dari keburukan dan kejahatan diri dan orang lain serta Semoga yang Maha Pengasih, pemilik jagad raya ini mengkaruniakan anda kesehatan, khazanah, taufik, hidayah, ilham, serta pandangan yg Benar dari PengetahuanNya.

    jazakallah khoirr..

    ditunggu updatenya.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate