Doa Unik yang Tahu Arah Jalan ke Langit

Bidadari kecil dari kota Malang ini bernama Azza, sangat ekspresif saat qosidah dilantunkan. Dengan memakai sarung tangan dan duduk paling depan, ia seolah-olah menjadi dirijen bagi jama’ah yang lain untuk semangat bersholawat dan bersalam kepada baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Sesungguhnya para Imam dan Ulama besar mempunyai kisah yang unik, diantaranya Imam Nawawi, Imam Ibnu Katsir, dan semua Imam Ahli Tafsir, Ahli Hadits, Ahli Fiqh, dan Ahli Ushul. Salah satu yang terkenal adalah kisah Imam al-‘Utbi.

#Kisah 1

Kisahnya disebutkan dalam Tafsir QS. an-Nisa ayat 64. Disebutkan bahwa ketika beliau berziarah ke makam Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, beliau duduk di samping seseorang yang datang dari pedalaman.

Orang tersebut berdiri dan mengucapkan salam kepada Rosululloh dan kedua Sahabatnya. Lalu orang itu berkata:

“Yaa Rosulalloh, aku telah mendengar Firman Alloh:

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Alloh, dan Rosul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang (QS. an-Nisa: 64)

Kini aku telah datang kepadamu untuk memohon ampun kepada Alloh atas dosaku, maka mohonkanlah ampun untukku Yaa Rosulalloh.”

Tak lama setelah orang Badui itu pergi, Imam ‘Utbi tertidur. Dalam mimpinya Imam ‘Utbi melihat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam yang kemudian baginda bersabda,

“Wahai ‘Utbi, bangun dan kejarlah orang Badui itu, lalu kabarkan kepadanya bahwa Alloh telah mengampuni dosanya.”

—————————–
#Kisah 2

Sebuah kisah unik lain dari kaum Sholihin saat berziarah ke makam Rosululloh, beliau melihat seseorang dari pedalaman juga (orang Badui) datang dan memberi salam kepada Rosululloh dan kedua sahabatnya, lalu orang itu berdo’a:

“Ya Alloh, Muhammad ini adalah Nabi-Mu. Aku adalah hamba-Mu. Dan syaitan adalah musuh-Mu.

Jika Engkau mengampuni aku, maka Nabi-Mu akan gembira, dan hamba-Mu akan selamat, serta musuh-Mu akan bersedih.

Namun apabila Engkau tak mengampuni aku, maka Nabi-Mu bersedih, hamba-Mu hancur, dan musuh-Mu gembira.

Engkau lebih Dermawan dan lebih Mulia, tidak mungkin Engkau membuat musuh-Mu bahagia dan Nabi-Mu bersedih”


Kemudian setelah itu orang Badui tersebut pulang.

Tak lama, orang Sholihin yang masih berziarah tertidur. Dalam tidurnya beliau bermimpi bertemu Rosululloh seraya berkata:

“Bangunlah dan kejar orang Badui itu! Katakan bahwa Alloh telah mengampuni segala dosanya sebab doanya yang unik itu.”

—————————–
#Kisah 3

Kisah terakhir ini terjadi tatkala seorang Badui melihat jenazah orang lain di kampungnya. Selesai dimakamkan, pada malam harinya salah satu kerabat mayit bermimpi bertemu si-mayit. Kemudian ia bertanya,

“Bagaimana keadaanmu setelah wafat?”

Maka mayit itu pun berkata, “Alloh mengampuniku berkat doa orang Badui yang unik itu.”

Pagi harinya, kerabat si-mayit bangun dan penasaran, doa apa sih yang disampaikan orang Badui tersebut?

Ketika bertemu, orang Badui itu menjawab, ” Aku ini orang gunung yang tidak tahu apa-apa, ketika aku melihat kalian sholat dan berdoa, aku tidak mengerti doa apa yang kalian panjatkan, maka aku berdoa dengan kalimat ini: Ya Alloh, seandainya ini tamu saya, maka akan saya sembelihkan unta saya untuk menjamunya. Namun saat ini ia adalah tamu-Mu, dan Engkau Maha Dermawan lagi Maha Pemberi”

Maka dengan sebab doa yang unik dari orang Badui itulah menjadikan ampunan Alloh bagi si-mayit.

==================================
Subhanalloh wal-hamdulillah. Sungguh! Betapa hujan rahmat dan anugerah Alloh tercurah dengan lebat kepada semua umat manusia.

Mari kita merayu pada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan juga Habibiy Muhammad Khoiril Mursaliin:

“Duhai Kanjeng Nabi, Abu Jahal telah melihat wajah engkau. Sedangkan kami belum pernah. Padahal kami tidak lebih buruk darinya yang senantiasa membencimu. Dapatkah kami melihat wajahmu, Ya Rosul?

Duhai Gusti Alloh, jadikanlah kami orang yang senantiasa bersabar atas segala sesuatu yang menimpa kami, sebagaimana kami telah bersabar atas kerinduan dan kecintaan kami kepada beliau Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Telah KAU halangi mata kami dari memandang wajah Nabi kami, akan tetapi kami disabarkan oleh janji beliau, “Bersabarlah kalian sampai kalian menjumpai aku di telaga Haudh” Maka pastikanlah wahai Robbiy, semua wajah kami berjumpa dengan baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam di telaga Haudh. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.”

wAllohu a’lam bishshowaab.

Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

Disarikan oleh RiseTAFDI team dari taushiyah Guru Mulia al-Musnid al-Habib Umar bin Hafidz di ponpes al-Fachriyah pada 30/10/2016 [RBBT, 3 Shofar al-Khoir 1438 H atau 3 Nopember 2016 | 14.03 UTC+7]

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate