Amalan Agar Tidak Didekati Syaithon

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Sebelum membahas amalan yang dapat dibaca agar tidak didekati syaithon, mari terlebih dahulu baca kisah Poltax berikut ini :

Suatu malam Poltax pulang lembur, di jalan ia bertemu wanita (wn) cantik.

Poltax: “Neng, pulang lembur juga ya?”

Wn: “Enggak. Sok tau deh”

Poltax: “Kalo Neng bukan karyawan, berarti bidadari dong? Abang rela lembur tanpa dibayar asalkan bisa ketemu Neng tiap malam”

Wn: “…..???…..”

Poltax: “Baju kamu putih bersih ya, sama seperti hatiku..”

Wn: “Masa?”

Poltax: “Iya, tidak ada noda satupun yg bisa mengotori hatiku kecuali senyummu..”

Wn: “Gombal aja, pulang sana, kalo rumah Abang kebakaran gimana?”

Poltax: “Gak apa-apa, soalnya kalo ada kamu apinya jadi api asmara, hehe. Abang boleh kenalan ga?”

Wn: “Yakin mau kenalan?”

Poltax: “Yayakinlah. Kalo kamu ga punya nama berarti bener dong kamu bidadari?”

Wn: “ihh lebay deh dari tadi bidadari bidadari mulu, sekali-kali kamu bangga dong bisa kenalan sama KUNTILANAKK hihihihihih… *ngikik horror*

Poltax: “ALAMAKK!” *kabur*

Siapa nih yang “selfie” di belakang?

Besok malamnya Poltax yang baru pulang lembur bertemu wanita cantik lagi. “Wah ada cewek malam-malam begini sendirian! Hmm pasti perempuan tidak bener ini, dasar jablay, aku maki-maki ah.”

Poltax: “Kok disini? Kupu-kupu malam ya?”

Wn: “Jangan sembarangan ngomong kamu!”

Poltax: “Malam-malam sendirian, ngapain lagi kalo bukan nunggu pelanggan?!”

Wn: “Woey jaga mulut lo!”

Poltax: “Udah ngaku aja! Malam-malam pakai daster putih, pasti biar gampang bukanya kan?”

Wn: “Heh Denger ya…! Gue biar kuntilanak juga masih punya harga diri taukk!!!”

Poltax: “Ja.. Ja.. Jadi.. Ayamku.. *mundur merangkak*

——

Besok malamnya lagi, Poltax ketemu wanita cantik lagi dan lagi. Beruntung banget dia. 😀

Poltax: “Adek kok sendirian aja, Abang temenin ya?”

Wn: “Jangan ganggu aku dong Bang!”

Poltax: “Kenapa emang?”

Wn: “Pacar aku galak lho!”

Poltax: “Halah keciil.. Mana pacarmu itu, biar abang kasih pelajaran!”

Wn: “Emang berani?!”

Poltax: “Siapa takut?! Jangankan cuma pacarmu, pocong aja abang libas!”

Wn: “Lho kok tahu sih nama cowokku?”

Poltax: “Cowokmu?! Kayak kuntilanak aja sih pacaran sama pocong?”

Wn: “ih Abang pinter deh, tau namaku juga! Hihihihihi…”

Poltax: *sambil grogi* “Neng, kalo mau lari ke arah mana ya?”

——

Besok malamnya lagi, Poltax baru pulang kantor, di jalan ketemu wanita cantik lagi dan lagi. “Ada cewek malam-malam, jangan-jangan kuntilanak lagi! Hii serem trauma gua!” Batin Poltax.

Wn: “Mau kemana, Bang?”

Poltax: “Hii… Kamu kuntilanak ya?”

Wn: “Enak aja!”

Poltax: “Hufft… Untung ternyata bukan, jadi kamu cewek beneran?”

Wn: “Makanya lihat-lihat dulu jangan main tuduh aja!”

Poltax: “Sorry deh, sorry, hehe..”

Wn: “Lain kali sebelum nuduh perhatiin baek-baek dulu, kuntilanak apa bukan!”

Poltax: “Iya deh, Saya juga ragu masa cewek secantik Neng Kuntilanak. Namanya siapa sih Neng?”

Wn: “ihh malah ngajak kenalan. Serius? Emang udah perhatiin aku baik-baik?”

Poltax: “Ahh bikin penasaran aja si Eneng. Emang kenapa sih Neng?”

Wn: “Lihat nih punggung gue, bolong kan? Itu artinya gue Sundel Bolong! Bukan kuntilanak!”

Poltax: *muntah kembang tujuh rupa*

Malam besoknya, Poltax terpaksa pulang kerja lewat jalan lain. Sayangnya di jalan itu terdapat sebuah Pemakaman Umum. Malam itu pas dia lewat, ada wanita cantik sedang serius melihat-lihat sebuah batu nisan.

Poltax: “Neng papa kamu dukun ya?” *mau ngegombal ceritanya*

Wn: “Ga tau Bang, saya orang baru di sini”

Poltax: “Haduh, harusnya tuh jawab ‘kok tau’ gitu!”

Wn: “Kenapa harus kok tau?”

Poltax: “Soalnya kamu pemberani banget di kuburan sendirian. Emang ga takut hantu?”

Wn: “Enggaklah”

Poltax: “Kalo aku sih takut sama hantu. Tapi aku lebih takut kalo kehilangan kamu..”

Wn: “Eeaa..” *cabut-cabut batu nisan*

Poltax: “Nisannya kenapa dicabutin Neng?! Lebih baik neng nyabutin hatiku aja..”

Wn: “Aku marah Bang! Tanggal matiku salah tulis, padahal baru tadi pagi aku dikubur!” *banting nisan*

Poltax: *lari tanpa permisi*

——

Poltax terus berlari berusaha meninggalkan lokasi pemakaman, tapi tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu, akhirnya sukses tersungkur di tanah. Saat itulah dia melihat seorang perempuan duduk rileks di batu nisan sambil mainin hape.

Poltax: “Neng pinjem hapenya bentar, buat nelpon temen suruh jemput?”

Wn: “ih jangan dong, orang lagi dipake fesbukan. Lagi baca Status Lucu nih!”

Poltax: “Fesbukan kok di atas kuburan. Kamu gila ya?!”

Wn: “Kan sekalian nyari sinyal, Bang. Di dalam sinyalnya lemah, hihihihihiH

Poltax: “Tuluuung..!” *lari lagi*

——-

Di gerbang pemakaman, Poltax berjumpa wanita lagi. Sambil ngos-ngosan senin kamis, Poltax mendekati wanita tsb…

Poltax: “Eh Neng, numpang tanya..”

Wn: “Mau nanya apa, Bang?”

Poltax: “Masak udah dua kali saya ketemu hantu! Emang kuburan ini angker ya?”

Wn: “Kayaknya enggak deh bang, sudah 5 tahun saya dikubur di sini ga pernah ada kejadian apa-apa kok”

Poltax: *pingsan sepingsan pingsannya*


Maaf ya Sobat, kisah di atas hanyalah fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Adapun kisah riil (nyata), adalah sebagaimana yang dialami oleh Sahabat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, yaitu Sayyidina Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu saat beliau ditugaskan menjaga “baitul maal” oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Pada malam ia berjaga, bertemulah Abu Huroiroh dengan seorang yang mencuri, maka ditangkaplah oleh Abu Huroiroh.

Kata Abu Huroiroh kepada pencuri tersebut, “Aku laporkan kamu kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam “

Orang itu berkata, “Aku miskin, aku tak makan, aku lapar, bla, bla…dst”

Mendengar alasan si Pencuri, menjadi tak tegalah Abu Huroiroh sehingga melepaskannya.

Kemudian pada keesokan harinya Abu Huroiroh berjumpa dengan Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dan menceritakan hal yang terjadi.

“Ya Aba Huroiroh, apa yang kau perbuat dengan orang yang kau tangkap semalam?”, tanya baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam .

Kata Abu Huroiroh, “Ya Rosulalloh, dia mengaku kelaparan sehingga aku tak tega dan melepaskannya”

Kata baginda Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam , “Malam ini dia akan balik, dan kembali mencuri”

Mendengar dari baginda Nabi bahwa pencuri tersebut akan datang kembali, maka Abu Huroiroh standby (siap siaga) pada malam berikutnya.

Benar saja, untuk kali yang kedua Abu Huroiroh menangkap pencuri yang sama dengan malam sebelumnya.

Ditangkap oleh Abu Huroiroh, “Kali ini benar-benar aku akan laporkan engkau kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam “, demikian ancam Abu Huroiroh.

Si-pencuri mengatakan, “Mohon kasihanilah, aku lapar, keluarga saya tidak makan, bla, bla, (berbagai macam alasan dia kemukakan)”

Abu Huroiroh ini orang miskin, hatinya lembut, dan mudah kasihan pada seseorang. Sehingga untuk kedua kalinya pun akhirnya ia lepaskan pencuri tersebut.

Keesokan harinya berjumpa lagi dengan Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dan Abu Huroiroh beritahukan pada baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam . Lalu tanya Nabi, “Apa yang engkau perbuat dengan orang yang kau tangkap itu?”

Maka Abu Huroiroh menjelaskan panjang lebar kronologis-nya yang membuat ia tak tega dan terpaksa melepaskan si pencuri.

Kata Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam , “Dia akan kembali malam ini juga untuk mencuri”

Setelah mengetahui bahwa pencuri tak jera, dan dia akan balik untuk yang ketiga kalinya. Maka Abu Huroiroh makin bertambah siap dan siaga. 🙂

Malam itu, datanglah si pencuri dan ditangkap oleh Abu Huroiroh, “Kali ini tidak ada ampun lagi bagimu!” demikian ancam Abu Huroiroh tidak main-main.

Lantas orang itu berkata, “Ya Aba Huroiroh, maukah engkau aku berikan suatu amalan yang apabila engkau amalkan, engkau tidak akan dihampiri (didekati) oleh Syaithon? Tapi dengan syarat, lepaskan aku setelah aku beri tahu.”

Pandangan Abu Huroiroh, selagi ini membawa manfaat dalam hal agama dan akhirat, kenapa tidak? Maka diterima usul dari pencuri tersebut.

Lalu kata orang tersebut, “Kalau kamu mau tidur bacalah AYAT KURSI, maka kamu tidak akan dihampiri oleh Syaithon.”

Esok hari Abu Huroiroh pergi berjumpa dengan Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dan menceritakan kejadian semalam.

Kata Abu Huroiroh, “Yaa Rosulalloh, dia memberitahukan kepadaku sebuah amalan yang apabila aku lakukan maka tidak akan dihampiri Syaithon. Dan dia juga memberi tahu kalau mau tidur hendaklah membaca AYAT KURSI

Sabda baginda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam , “Shodaqoka wahuwa kadzuub” (Dalam hal ini apa yang dia sampaikan benar, walaupun dia adalah pendusta).

“Yaa Aba Huroiroh, kamu tahu siapa yang kau tangkap tiga kali ini?” tanya Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam .

Jawab Abu Huroiroh, “Allohu wa Rosuluhu A’lam” (Alloh dan Rosul-NYA yang lebih mengetahui).

Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam memberi tahu, “itu adalah SYAITHON

PESAN MORAL

AYAT KURSI berkhasiat untuk mencegah kita dihampiri oleh syaithon. Selain waktu akan tidur, Ayat Kursi dapat juga dibaca setiap waktu. Baik di pagi hari, maupun di malam hari. Baik sebelum Sholat, maupun sesudah Sholat. Baik saat keluar rumah, maupun masuk rumah. Biasakan membaca Ayat Kursi secara istiqomah, niscaya Alloh akan menjauhkan kita dari Syaithon yang terkutuk.

Wallohu a’lam

Allohumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa Shohbihi Ajma’iin. Aamiin

RiseTAFDI team

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress and MasterTemplate